MATARAM — Direktur RSUD NTB drg. H. Asrul Sani memastikan seluruh sarana, peralatan, dan personel sudah bersiaga di lokasi. Menurutnya, kesiapan itu mencakup penanganan awal di sirkuit hingga rujukan lanjutan ke rumah sakit.
"Sudah siap. Saat ini posisi kami sudah di Medical Center di sirkuit. Sarana, alat dan sebagainya termasuk personel sekarang sudah siap di lokasi," kata Asrul di Mataram, Selasa, 6 Oktober 2026.
Pembagian 343 Tenaga Medis: dari Ring 1 Sirkuit hingga Layanan Non-Race
Tenaga medis dibagi dalam beberapa kelompok untuk mendukung penanganan selama balapan. Tim di area sirkuit mencakup Ring 1 dan Ring 2, dengan dukungan dokter spesialis serta tim di ruang intensif.
Di luar tim sirkuit, RSUD NTB menyiapkan tenaga untuk penanganan di rumah sakit. Rinciannya, 170 tenaga untuk layanan intra-hospital, 28 tenaga, serta 145 tenaga untuk layanan non-race.
"Total semua 343," ujar Asrul.
Helikopter Disiapkan jika Pembalap Tak Bisa Ditangani di Sirkuit
RSUD NTB juga menyiapkan skenario rujukan jika terjadi kecelakaan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pembalap yang mengalami insiden akan mendapat pertolongan awal di lokasi dan Medical Center.
Jika kondisi tidak dapat ditangani di sirkuit, pasien akan segera dirujuk ke rumah sakit menggunakan helikopter. "Kalau tidak bisa ditangani langsung di rumah sakit, dengan menggunakan helikopter," jelas Asrul.
Seluruh kebutuhan tenaga medis dan fasilitas pendukung dipastikan telah dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan selama MotoGP Mandalika 2026. Termasuk soal asuransi bagi tenaga medis yang bertugas.
"Asuransi tenaga medisnya sudah memenuhi semua? Insya Allah," ujarnya.