Pencarian

Taman Nasional Tanjung Puting Dilanda Karhutla, 54 Ribu Hektare Terdampak

Senin, 12 Oktober 2026 • 14:33:01 WIB
Taman Nasional Tanjung Puting Dilanda Karhutla, 54 Ribu Hektare Terdampak
Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

NUSA TENGGARA BARAT — Taman Nasional Tanjung Puting di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tengah dilanda kebakaran hutan dan lahan yang mengancam habitat orang utan Kalimantan. Kawasan seluas 415.040 hektare ini tercatat menerima 79.920 kunjungan wisatawan sepanjang 2025, dengan 78 persen di antaranya wisatawan mancanegara. Tim gabungan relawan dari YOHK dan HPI Kobar pun memilih menarik diri sementara karena pemadaman dari darat dinilai tak lagi efektif.

Luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 54 ribu hektare. Angka itu masih berupa perkiraan dan belum bisa dipastikan sebagai luas lahan yang benar-benar terbakar. Zona inti menjadi titik paling sulit dijangkau karena api berada di area yang tak memungkinkan penanganan dari darat.

Relawan yang selama ini berada di garis depan mengaku sudah bekerja maksimal. Keterbatasan peralatan dan dukungan membuat upaya pemadaman tak menunjukkan perubahan signifikan.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin sampai di batas kemampuan kami," kata Moncos, seraya meminta pemerintah mengerahkan water bombing.

Habitat Utama Orang Utan Kalimantan

Tanjung Puting merupakan salah satu rumah alami dengan populasi terbesar orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Kawasan ini punya beragam ekosistem, dari hutan tropis hingga rawa gambut. Primatolog Birute Mary Galdikas bahkan menjulukinya sebagai 'Ibu kota orang utan dunia', seperti ditulis dalam laman Visit Kotawaringin Barat.

Bukan cuma orang utan, kawasan ini juga jadi habitat satwa khas Kalimantan lain: bekantan, beruang madu, hingga buaya muara. Keanekaragaman hayati itulah yang membuat Tanjung Puting penting bagi kelestarian satwa liar dan lingkungan alaminya.

Wisatawan Mancanegara Mendominasi Kunjungan

Data Balai Taman Nasional Tanjung Puting yang diberitakan Antara mencatat 79.920 kunjungan sepanjang 2025. Sekitar 78 persen di antaranya wisatawan mancanegara, sisanya 22 persen wisatawan domestik.

Wisatawan asal Spanyol menempati peringkat pertama dengan 24.037 orang. Disusul Jerman 6.361 orang dan Amerika Serikat 6.106 orang di posisi ketiga. Data itu memperlihatkan besarnya minat wisatawan asing terhadap wisata alam dan konservasi orang utan di Kalimantan Tengah.

Menjelajah Kawasan dengan Perahu Klotok

Salah satu cara menikmati Tanjung Puting adalah menyusuri Sungai Sekonyer menggunakan klotok, perahu kayu tradisional yang biasa membawa wisatawan. Sepanjang perjalanan, pemandangan hutan tersaji di kiri-kanan sungai.

Jalur ini juga menjadi akses menuju sejumlah lokasi konservasi orang utan. Perjalanan dengan klotok sudah menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kawasan tersebut.

Camp Leakey dan Titik Konservasi Lainnya

Camp Leakey merupakan pusat penelitian orang utan yang didirikan pada 1971. Lokasi ini dikenal karena perannya dalam penelitian perilaku orang utan dan upaya konservasi satwa tersebut.

Selain Camp Leakey, ada Tanjung Harapan dan Pondok Tanggui yang juga berkaitan dengan kegiatan konservasi dan pengelolaan orang utan. Meski menjadi daya tarik wisata, pengunjung tidak selalu bisa melihat orang utan secara langsung karena satwa itu hidup di alam liar.

Wisata Edukasi yang Kini Terancam

Wisatawan yang berkunjung bisa menyusuri sungai sambil mengenal upaya perlindungan orang utan. Pengalaman itu menjadikan Tanjung Puting salah satu tujuan ekowisata di Kalimantan.

Ada pula momen bertemu atau berinteraksi langsung dengan orang utan saat jam makan yang telah dijadwalkan, tentu dalam pengawasan petugas. Aktivitas ini bukan sesuatu yang pasti terjadi, dan wisatawan tidak diperkenankan memberi makan secara pribadi.

Situasi karhutla menjadi beban bagi pekerja wisata dan relawan yang selama ini berada di garis depan. Aktivitas wisata di kawasan yang bergantung pada alam dan keberadaan orang utan ikut terancam, sementara relawan harus menghadapi kebakaran dengan kemampuan dan dukungan yang terbatas.

Bagi traveler yang berencana berkunjung, informasi terkini soal status kawasan dan akses masuk dapat dikonfirmasi via Balai Taman Nasional Tanjung Puting atau dinas pariwisata setempat.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks