JAKARTA — Kolaborasi lintas sektor menjadi kata kunci yang ditekankan PB ESI dalam menjalankan program kerja empat tahun ke depan. Herindra menilai esports tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan dukungan pemerintah, dunia olahraga, industri kreatif, serta ekosistem digital.
Menurutnya, pelantikan pengurus bukan hanya soal pergantian struktur organisasi. Ada tanggung jawab besar yang menyertainya, terutama memastikan generasi muda Indonesia mendapat kesempatan yang setara untuk berkembang dan bertanding secara sehat.
"Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan. Ini adalah awal tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak muda Indonesia memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang, bertanding secara sehat, dan meraih prestasi," ujar Herindra dalam keterangannya.
Rekam Jejak di Panggung Internasional Jadi Modal Awal
Herindra menyoroti sejumlah capaian atlet esports Indonesia di kompetisi internasional sepanjang 2026. Indonesia meraih dua medali perak pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, lalu keluar sebagai juara umum SEA Esports Nations Cup 2026 dengan koleksi tiga emas, satu perak, dan satu perunggu.
Tambahan prestasi datang dari Audition Grand Esports Vietnam 2026, di mana Indonesia membawa pulang tiga gelar juara dan dua perunggu. Capaian itu menjadi dasar bagi PB ESI untuk merancang program pembinaan yang lebih terstruktur.
Beberapa langkah yang akan dijalankan mencakup penguatan jalur pembinaan berjenjang, penerapan sport science, perlindungan atlet, integritas kompetisi, serta pengembangan talenta lokal. Sinergi dengan pemangku kepentingan olahraga nasional juga masuk dalam prioritas kerja.
Menpora Sebut 154 Juta Gamer Jadi Peluang Industri
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan apresiasi terhadap para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia. Ia menilai esports memiliki potensi besar sebagai sarana penguatan citra bangsa sekaligus penggerak ekonomi kreatif nasional.
"Apresiasi setinggi-tingginya pada para atlet yang sudah mengibarkan bendera merah putih," kata Erick.
Erick menyebut Indonesia memiliki sekitar 154 juta gamers yang menjadi peluang besar untuk mengembangkan industri esports. Pemerintah mendorong pelatnas berkelanjutan dan perhatian terhadap kesejahteraan atlet, termasuk rencana dana pensiun atlet mulai tahun depan.
Olahraga, menurut Erick, merupakan investasi pembangunan bangsa yang mencakup prestasi, kesehatan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sport tourism serta sport industry.
Apa Target PB ESI Empat Tahun ke Depan?
PB ESI menargetkan prestasi di tingkat internasional tetap terjaga seiring pembenahan tata kelola organisasi. Pembinaan berjenjang dari level lokal hingga nasional akan menjadi fondasi untuk mencetak atlet yang siap bersaing di kompetisi global.
Pengembangan talenta lokal juga diarahkan agar tidak hanya terpusat di kota besar. PB ESI berharap ekosistem esports yang lebih merata bisa membuka peluang bagi anak muda dari berbagai daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat, untuk menembus tim nasional dan kompetisi internasional.
Industri esports nasional diproyeksikan ikut tumbuh seiring meningkatnya jumlah pengguna gim di dalam negeri. Kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional menjadi salah satu alasan mengapa pembinaan atlet dan tata kelola organisasi menjadi prioritas kerja PB ESI periode 2026-2030.