Pencarian

Tiga UMKM Binaan BI NTB Unjuk Kuliner di ISEF 2026 Jakarta, Sate Rembiga hingga Nutsafir Cookies

Minggu, 18 Oktober 2026 • 12:01:31 WIB
Tiga UMKM Binaan BI NTB Unjuk Kuliner di ISEF 2026 Jakarta, Sate Rembiga hingga Nutsafir Cookies
Tiga UMKM binaan BI NTB menempati zona Halalicious dan menyajikan kuliner khas NTB selama lima hari ISEF 2026 di Jakarta.

MATARAM — Ketiga UMKM tersebut menempati zona Halalicious, area yang menghadirkan aneka menu kuliner halal dari berbagai pelosok Nusantara. Pengunjung dan pembeli dapat mencicipi langsung sajian khas NTB selama lima hari gelaran berlangsung.

Sate Rembiga Goyang Lidah dan Ayam Taliwang Beca Bero membawa olahan kuliner ikonik daerah. Nutsafir Cookies melengkapi dengan produk inovatif berbasis kacang lokal.

Posisi Indonesia di Pasar Makanan Halal Dunia

Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026 mencatat posisi Indonesia di sektor makanan halal naik satu peringkat ke posisi ketiga dunia. Kenaikan itu menjadi latar pengiriman UMKM NTB ke panggung nasional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyebut kekayaan kuliner Nusantara sebagai modal utama. Menurutnya, penguatan kualitas produk dan pemenuhan standar halal membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

"Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen produk halal terkemuka sekaligus pusat industri halal dunia. Didukung kekayaan kuliner Nusantara, penguatan kualitas produk dan pemenuhan standar halal dapat membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional," ujar Filianingsih saat membuka International Halal Chef Competition (IN2HCC) di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

123 Perjanjian Pengakuan Halal dengan 43 Negara

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI hingga 14 Oktober 2026 mencatat Indonesia telah mengantongi 123 perjanjian pengakuan halal (Mutual Recognition Arrangement/MRA) dengan Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) di 43 negara. Jangkauan itu menopang daya saing kuliner halal nasional di pasar global.

Ajang IN2HCC sendiri mempertemukan pelaku UMKM, juru masak halal profesional, dan praktisi industri kuliner mancanegara. Hadir dalam acara itu Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan, Presiden Islamic Chef and Culinary of Indonesia (ICCI) Adie Miartadi, serta jajaran duta besar negara sahabat.

Kepala BI NTB Tekankan Mutu dan Kemasan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K. Pamungkas menekankan konsistensi mutu, keamanan pangan, dan daya tarik kemasan. Menurutnya, kekhasan kuliner daerah perlu memberi nilai tambah tinggi agar memenuhi standar konsumen global yang makin beragam.

"Melalui penguatan kualitas, sertifikasi halal, peningkatan produktivitas, dan perluasan akses pasar, kuliner khas NTB diharapkan semakin dikenal serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ungkap Hario.

Pendampingan bagi ketiga UMKM berjalan lewat program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia dari Bank Indonesia. Cakupannya meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi pemasaran, hingga penguatan jejaring bisnis.

Sinergi lintas sektor ini diarahkan menjadikan industri kuliner halal sebagai salah satu mesin penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks