MATARAM — Panggung Teater Taman Budaya NTB malam itu dibuka dengan Tari Nyemulaq, tarian yang merekam kisah perjuangan warga membangun kembali Kampung Adat Sade pascakebakaran. Di barisan penonton duduk Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri, Sekretaris Daerah Abul Chair, dan Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal.
Pergelaran memadukan seni tradisi dengan kreativitas kontemporer generasi muda. Sejumlah talenta jebolan Gita Bahana Nusantara 2026 membawakan medley lagu khas tiga etnis: Dambe-Dambe dari Bima, Poto Tano dari Sumbawa, dan Lalo Ngaro dari Lombok.
Wastra NTB di Panggung, Dirancang Sendiri oleh Siswa SMKN 4 Mataram
Peragaan busana karya siswa SMKN 4 Mataram menyusul setelah sajian musik. Seluruh balutan wastra khas NTB yang ditampilkan merupakan hasil rancangan dan produksi mandiri pihak sekolah.
Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhammad Ihwan menilai langkah itu membuktikan kain tradisional bisa bertransformasi menjadi produk busana kreatif bernilai ekonomi tinggi tanpa kehilangan identitas lokal. Suasana malam kian mencair saat Gubernur Iqbal spontan menyanyikan lagu You Raise Me Up, disambut aplaus panjang penonton yang memadati gedung teater.
40 dari 150 Usulan Program Kebudayaan NTB Lolos Kurasi Nasional
Pemprov NTB tahun ini memfokuskan pembenahan tiga fasilitas kebudayaan: Kompleks Taman Budaya, Museum NTB, dan Istana Dalam Loka di Kabupaten Sumbawa. Teater Taman Budaya yang menjadi lokasi acara masih dalam proses renovasi tahap akhir.
Ihwan menargetkan seluruh pembenahan rampung menjelang Hari Jadi Provinsi NTB pada 17 Desember mendatang. "Untuk apa kita membangun bagus-bagusnya kalau roh dan jiwanya tidak kita bangun? Bapak Gubernur menitipkan dua hal melalui Dinas Kebudayaan, yakni membangun badannya dan membangun jiwanya," ujarnya.
Dari sekitar 150 usulan program kebudayaan asal NTB, sebanyak 40 proposal lolos kurasi nasional untuk memperoleh pembiayaan melalui skema Dana Indonesia Raya dari Kementerian Kebudayaan. Ihwan mendorong seniman, budayawan, dan generasi muda memanfaatkan peluang pendanaan itu.
Ia juga mengimbau orang tua membawa anak-anak berbakat seni ke Taman Budaya agar potensinya dibina secara profesional. Pembenahan fasilitas, pelestarian tradisi, dan ruang kreativitas diharapkan membuat kebudayaan tetap hidup sebagai identitas keseharian warga NTB.