Pencarian

Hybrid hingga REEV Diusulkan Bebas Ganjil Genap dan Parkir Gratis

Rabu, 21 Oktober 2026 • 12:03:31 WIB
Hybrid hingga REEV Diusulkan Bebas Ganjil Genap dan Parkir Gratis
Menteri Perindustrian Sarmuji menyampaikan usulan perluasan insentif kendaraan elektrifikasi usai rapat di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

NUSA TENGGARA BARAT — Kementerian Perindustrian mengusulkan perluasan insentif kendaraan elektrifikasi agar hybrid, PHEV, dan REEV ikut menikmati pembebasan ganjil genap serta parkir khusus. Usulan ini melengkapi fasilitas yang selama ini hanya dinikmati mobil listrik berbasis baterai (BEV), dengan insentif fiskal dan nonfiskal yang tengah dimatangkan.

Menteri Perindustrian Sarmuji menyampaikan usulan tersebut usai rapat di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, insentif bagi kendaraan elektrifikasi perlu diperluas supaya penggunaan bahan bakar minyak bisa ditekan sekaligus memperkuat industri otomotif nasional.

Ganjil Genap hingga Charger Khusus Masuk Daftar Nonfiskal

Sejumlah kemudahan nonfiskal tengah dipertimbangkan bagi pengguna kendaraan elektrifikasi. Sarmuji menyebut urusan administrasi hingga akses kawasan perkotaan menjadi bagian dari pembahasan.

"Non-fiskal itu misalkan tadi urusan administrasi, di kota-kota bisa dipakai, ganjil genap tidak terkena, ada parkir khusus, mungkin juga ada fasilitas charger dan sebagainya," ujarnya.

Dukungan infrastruktur pengisian daya turut masuk daftar usulan. Fasilitas parkir khusus dinilai relevan untuk kendaraan yang masih membutuhkan colokan listrik, termasuk PHEV dan REEV.

Keringanan Pajak untuk Hybrid, PHEV, dan REEV

Dari sisi fiskal, Kemenperin mendorong keringanan pajak bagi kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV. Besarannya tidak harus sama dengan fasilitas yang diberikan kepada mobil listrik berbasis baterai.

Sarmuji menegaskan kebijakan insentif perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing teknologi elektrifikasi. Dengan begitu, kendaraan yang mampu menekan konsumsi BBM tetap punya ruang berkembang di pasar domestik.

Hybrid menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik. PHEV punya baterai yang bisa diisi dari sumber listrik eksternal. REEV memakai penggerak listrik dengan mesin konvensional sebagai pembangkit energi untuk memperpanjang jarak tempuh.

Klaim 65 Kilometer per Liter Belum Disertai Metode Uji

Pemerintah menyoroti potensi penghematan BBM dari teknologi elektrifikasi. Pemanfaatan motor listrik memungkinkan konsumsi bahan bakar ditekan dibanding kendaraan yang sepenuhnya mengandalkan mesin konvensional, bergantung teknologi dan kondisi pemakaian.

Sarmuji mencontohkan REEV yang disebut bisa mencapai konsumsi sekitar 65 kilometer per liter, dengan jarak tempuh hingga 1.600 kilometer dalam sekali pengisian. Angka tersebut belum disertai penjelasan model kendaraan, kondisi pengujian, maupun metode pengukuran yang dipakai.

Di sisi industri, hybrid dan REEV dinilai lebih mudah diadopsi. Pengembangannya tidak selalu menuntut perubahan menyeluruh pada rantai produksi komponen otomotif yang sudah berjalan, sehingga industri dalam negeri bisa beradaptasi secara bertahap.

Target Berlaku Tahun Ini, Bergeser jika Belum Memungkinkan

Kemenperin akan mengomunikasikan usulan perluasan insentif dengan kementerian dan pemangku kepentingan terkait. Pemerintah berharap pembahasan bisa segera dilakukan agar dukungan bagi industri kendaraan elektrifikasi terealisasi.

Sarmuji menyebut insentif tersebut diupayakan berlaku tahun ini. Jika belum memungkinkan, implementasinya berpotensi bergeser ke awal tahun depan.

Pengembangan berbagai teknologi elektrifikasi dinilai semakin relevan di tengah tekanan harga energi global. Selain menghemat konsumsi BBM, perluasan insentif diharapkan mendorong adopsi kendaraan rendah emisi dan memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: transportasimedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks