NUSA TENGGARA BARAT — Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam yang diperbarui pukul 08.30 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram hari ini naik dari posisi Rp2,764 juta pada Senin (18/5). Kenaikan ini juga terjadi pada harga pembelian kembali (buyback) yang naik Rp25 ribu menjadi Rp2,594 juta per gram. Artinya, selisih antara harga jual dan buyback saat ini berada di kisaran Rp195 ribu per gram.
Harga dasar tersebut belum termasuk pajak sebesar 0,25 persen. Untuk ukuran lebih kecil, emas Antam 0,5 gram dibanderol Rp1.444.500, sementara ukuran 10 gram dihargai Rp27.385.000. Daftar lengkap harga Antam untuk berbagai ukuran tersedia di situs resmi Logam Mulia.
Pergerakan harga emas hari ini tidak seragam di semua platform. Emasku BSI Gold mengikuti tren kenaikan dengan harga 1 gram di level Rp2,681 juta dan buyback Rp2,551 juta. Sementara itu, harga emas di Pegadaian justru bergerak sebaliknya.
Berdasarkan data situs Sahabat Pegadaian, emas Galeri24 ukuran 1 gram turun Rp8 ribu menjadi Rp2,756 juta per gram. Emas UBS juga melemah Rp5 ribu ke level Rp2,788 juta per gram. Perbedaan harga antarproduk ini dipengaruhi oleh produsen, standar cetakan, hingga jalur distribusi masing-masing merek.
Selisih Rp195 ribu antara harga jual dan buyback Antam menjadi perhatian bagi investor ritel. Angka ini setara dengan 7 persen dari harga jual. Bagi investor jangka pendek, selisih ini menjadi biaya transaksi yang harus diperhitungkan sebelum memutuskan membeli emas fisik.
Sebagai perbandingan, selisih harga jual dan buyback BSI Gold lebih lebar, mencapai Rp130 ribu untuk ukuran 1 gram. Sementara untuk produk Galeri24 dan UBS, data buyback tidak dicantumkan secara langsung di laman resmi Pegadaian.
Berikut rincian harga emas untuk ukuran 1 gram hingga 1.000 gram dari empat produk utama:
Antam (harga dasar belum termasuk pajak 0,25%):
BSI Gold (harga dasar / buyback):
Galeri24:
UBS:
Kenaikan harga emas Antam terjadi di tengah pergerakan harga yang tidak seragam di pasar. Investor disarankan membandingkan harga jual dan buyback antarproduk sebelum bertransaksi. Selisih harga yang lebar antara jual dan beli membuat emas fisik lebih cocok untuk investasi jangka panjang dibandingkan jangka pendek.
Pajak 0,25 persen untuk pembelian emas Antam juga perlu diperhitungkan dalam total biaya investasi. Untuk pembelian di atas Rp10 juta, beban pajak ini bisa mencapai puluhan ribu rupiah per transaksi.