MATARAM — Proyek Sentra Kuliner Udayana yang berlokasi di Teras Udayana, Kota Mataram, kini nyaris tak berfungsi. Padahal, pemerintah kota mengucurkan anggaran Rp 1,6 miliar untuk membangun sekitar 18 hingga 20 unit lapak UMKM tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, deretan lapak yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu tampak melompong. Dinding-dindingnya mulai dipenuhi jamur dan noda hitam. Beberapa material bangunan juga terlihat lapuk akibat terpapar cuaca tanpa perawatan.
Dari puluhan lapak yang tersedia, saat ini hanya tiga pedagang yang masih berjualan. Itu pun dalam kondisi sangat sepi. Salah seorang pedagang, Nur, mengungkapkan bahwa keramaian hanya terjadi saat peluncuran pada Maret 2024 lalu.
"Katanya waktu launching itu memang sempat ramai, tetapi cuma bertahan full seminggu saja. Setelahnya langsung sepi dan banyak pedagang yang kosong karena tidak ada pembeli," ujar Nur kepada NTBSatu.
Sepinya pengunjung bukan satu-satunya masalah. Nur mengaku bahwa area tersebut rawan pencurian pada malam hari. Kondisi ini membuat para pedagang enggan meninggalkan barang dagangan tanpa penjagaan.
"Malam-malam kalau tidak ditungguin, banyak maling. Banyak barang-barang pedagang yang hilang," ungkapnya.
Nur sendiri mengaku tidak menyewa lapak tersebut. Ia mendapatkan jatah kuota gratis dari keluarganya yang bekerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Irwan Harimansyah, mengakui bahwa seluruh lapak sebenarnya sudah memiliki pemilik yang terdata. Namun, para pedagang itu belum kembali aktif berjualan setelah momentum peluncuran berlalu.
"Orangnya sudah ada namanya, tetapi mereka belum aktif lagi. Dulu pernah aktif sekali pada saat launching itu doang, ada seminggu," kata Irwan.
Pemerintah kota tidak akan tinggal diam. Irwan menyatakan telah memberikan batas waktu tiga bulan bagi para pemilik lapak untuk berembuk menentukan nasib usaha mereka. Jika tidak ada perkembangan, pihaknya akan mengambil langkah lebih lanjut.
Mengenai keluhan sepinya kawasan, Irwan berjanji akan menjalin sinergi dengan Dinas Pariwisata untuk menggelar event guna menarik pengunjung. "Dia (pedagang) minta ada event-event segala, nanti kita kerja sama dengan pariwisata," tutupnya.