SELONG — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan di NTB yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Sikur, Lombok Timur, Minggu (17/5). Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turut hadir dalam acara yang mengusung tema “Mewujudkan Sekolah Asri” itu.
Program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang pembangunan sumber daya manusia. Revitalisasi tidak hanya menyasar perbaikan fisik sekolah, tetapi juga digitalisasi pembelajaran dan pelatihan tenaga pendidik.
Di Lombok Timur, alokasi revitalisasi mencakup 87 sekolah yang terdiri dari 7 PAUD, 36 SD, 19 SMP, 9 SMA, 12 SMK, dan 4 SLB. Sementara di Kabupaten Sumbawa, program menyasar 37 sekolah yang meliputi 6 PAUD, 9 SD, 10 SMP, 7 SMA, 4 SMK, dan 1 SLB.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut capaian pembangunan fisik di NTB sudah 100 persen pada tahun ini. “Revitalisasi dan digitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan,” ujarnya.
Kepala SMKN 1 Sikur Hasbi Ahmad menyambut baik program ini. Menurutnya, bantuan ruang belajar yang diterima sudah dimanfaatkan optimal oleh siswa. Namun, ia mengungkapkan masih ada kesenjangan besar antara kapasitas dan kebutuhan.
Saat ini sekolah memiliki 1.610 siswa yang terbagi dalam 51 rombongan belajar, sementara ruang kelas yang tersedia baru 29 ruangan. Artinya, masih dibutuhkan tambahan 22 ruang kelas. Dari 11 kompetensi keahlian, baru tiga yang memiliki ruang praktik mandiri.
“Kehadiran Bapak Menteri menjadi angin segar bagi kami. Kami berharap kondisi sarpras yang masih kurang ini terus menjadi atensi pemerintah ke depan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Hasbi.
Pemerintah juga menjalankan program peningkatan kompetensi guru melalui beasiswa pemenuhan kualifikasi D4/S1 berbasis Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Selain itu, penguatan karakter siswa dilakukan lewat Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mulai dari bangun pagi, beribadah, olahraga, hingga makan sehat bergizi.
Abdul Mu’ti mengapresiasi kesiapan Pemprov NTB, Pemkab Lombok Timur, dan Forkopimda yang menggelar acara peresmian pada hari libur nasional. “Ini menunjukkan kita semuanya senantiasa bekerja 24 jam seperti apotek jaga,” ucapnya.