NUSA TENGGARA BARAT — Informasi soal harga BYD M6 DM ini bocor dari tenaga penjual merek asal China tersebut. Mereka menyebut Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) M6 DM berada di kisaran Rp 100 juta hingga Rp 120 juta. Angka itu jauh di bawah NJKB BYD M6 EV yang mencapai Rp 200 juta sampai Rp 280 juta.
“Harganya lebih murah, kisaran Rp 320 juta sampai Rp 380 juta estimasi,” ujar tenaga penjual BYD kepada Kompas.com, Selasa (19/5/2026).
Dengan banderol tersebut, BYD M6 DM langsung menempati posisi MPV PHEV termurah di Indonesia. Saat ini, pesaing terdekatnya, Wuling Darion PHEV, dijual Rp 449 juta on the road (OTR) Jakarta. Selisih harga mencapai lebih dari Rp 60 juta.
Meski sama-sama PHEV, segmentasi konsumen keduanya sedikit berbeda. Namun, secara harga, M6 DM jelas menjadi pilihan lebih terjangkau bagi pembeli yang menginginkan teknologi plug-in hybrid.
Kejutan BYD M6 DM tak berhenti di situ. Harganya yang diprediksi Rp 320 jutaan membuat mobil ini masuk ke wilayah harga MPV hybrid konvensional, seperti Toyota Veloz Hybrid (Rp 300 jutaan) dan Suzuki Ertiga Hybrid (Rp 200 jutaan).
Meski teknologi PHEV lebih canggih—bisa diisi daya dari listrik eksternal—harganya justru bisa bersaing. Ini membuat konsumen yang tadinya melirik mild hybrid atau full hybrid biasa mungkin beralih ke M6 DM.
Bahkan, BYD M6 DM disebut berpotensi menyerempet segmen MPV hybrid di atasnya, seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Nissan Serena e-Power, dan Honda Step WGN.
Belum ada konfirmasi resmi dari PT BYD Motor Indonesia soal tanggal peluncuran dan harga pasti M6 DM. Namun, informasi dari jaringan penjualan ini menjadi sinyal kuat bahwa BYD serius merebut pangsa pasar MPV hybrid Tanah Air. Jika harga benar-benar di bawah Rp 400 juta, peta persaingan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dipastikan berubah drastis.