MATARAM — Proses seleksi calon kepala SMA, SMK, dan SLB se-NTB telah selesai digelar sejak April 2026, namun pelantikan pejabat definitif tak kunjung terealisasi. Anggota Komisi V DPRD NTB, Didi Sumardi, mendesak Dikpora untuk segera mengisi kekosongan tersebut.
“Harus segera diisi ini. Lebih cepat lebih baik untuk definitif kepala SMA, SMK dan SLB se-NTB,” ujar politisi Partai Golkar itu pada Selasa (19/5).
Menurut Didi, kepemimpinan definitif sangat krusial bagi kualitas manajemen sekolah. Pejabat tetap dinilai mampu membawa arah kebijakan yang konsisten, berbeda dengan Plt yang bersifat sementara.
Didi menambahkan, kepala sekolah definitif berperan langsung dalam meningkatkan motivasi guru dan siswa. Tanpa kepemimpinan yang stabil, target pendidikan di NTB dinilai sulit tercapai.
“Berkali-kali kita sampaikan ke Dikpora NTB supaya segera mendefinitifkan kepala sekolah,” tegasnya.
Desakan ini muncul bukan hanya dari kalangan legislatif. Didi menyebut, siswa, orang tua, dan pihak sekolah juga sudah tidak sabar menunggu kepastian pemimpin baru di institusi mereka.
Menanggapi desakan tersebut, Kepala Dinas Dikpora NTB Syamsul Hadi menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti. Namun, ia mengakui masih ada sejumlah asesmen yang harus diselesaikan.
“Kita selalu berfikir yang terbaik untuk semua agar layanan pendidikan maksimal,” ucap Syamsul.
Salah satu kendala yang tengah dipetakan adalah aturan terkait kepala sekolah yang sudah menjabat tiga periode. Mereka tidak bisa lagi memimpin sekolah karena terbentur regulasi. Hal ini menjadi bagian dari asesmen yang menyebabkan pelantikan tertunda.
“Ini juga menjadi asesmen yang kita petakan makanya sampai saat ini belum dilantik. Walaupun kita sudah melakukan seleksi calon kepala sekolah (Cakep),” jelasnya.
Dikpora NTB mencatat, total peserta yang mengikuti seleksi mencapai 360 orang dari sepuluh kabupaten/kota. Mereka merupakan kandidat yang telah lolos seleksi administrasi, Computer Assisted Test (CAT), dan wawancara daring.
Proses wawancara dilakukan secara daring sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, sekaligus menjamin efisiensi dan efektivitas seleksi. Saat ini, seluruh tahapan telah selesai dan tinggal menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Provinsi NTB.