Polemik Muscab PPP Lobar Memanas, Mantan Ketua DPC Minta DPP Patuhi Suara 7 PAC untuk Ahmad Suparman

Penulis: Wendra Kusuma  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 14:38:15 WIB
Mantan Ketua DPC PPP Lobar, H.M. Ruslan, mendesak DPP dan DPW NTB menghormati hasil Muscab yang mendukung Ahmad Suparman.

GIRI MENANG — Pertarungan internal PPP Lombok Barat memasuki babak krusial. Mantan Ketua DPC dua periode, H.M. Ruslan, secara terbuka meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NTB untuk tidak memenangkan calon yang kalah dalam Muscab beberapa waktu lalu.

“Kami mohon ke beliau, agar yang menang dimenangkan, yang kalah dikalahkan, jangan ini memenangkan yang kalah. Achmad Suparman menang suara PAC dengan dukungan jauh sekali, tujuh banding tiga,” tegas Ruslan di Giri Menang, Rabu (20/5/2026).

Menurut Ruslan, hasil Muscab menunjukkan dukungan arus bawah yang jelas. Achmad Suparman didukung oleh tujuh PAC, sementara rivalnya, Muhali, hanya mengantongi dukungan tiga PAC. Ia mendapatkan informasi bahwa justru kandidat yang kalah suara yang akan di-SK-kan sebagai ketua DPC oleh DPP.

Apa yang Terjadi Saat Muscab?

Ketua PAC PPP Kecamatan Kediri, Maksum, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam proses sidang. Ia mengklaim pimpinan sidang sengaja mengarahkan forum menuju jalan buntu atau deadlock.

“Forum musyawarah tersebut sengaja diarahkan menuju kondisi deadlock demi kepentingan kelompok tertentu,” klaim Maksum mewakili suara mayoritas PAC.

Berdasarkan AD/ART partai, jika musyawarah mufakat untuk memilih tim formatur tidak mencapai titik temu, pimpinan sidang seharusnya melanjutkan ke pemungutan suara atau voting. Namun, alih-alih membuka opsi itu, sidang justru ditutup secara sepihak. Maksum menduga ada campur tangan oknum pengurus DPW PPP NTB yang melibatkan panitia.

Kekhawatiran Kemunduran Partai

Ruslan mengingatkan bahwa keputusan yang mengabaikan suara PAC akan berdampak serius. Ia telah 10 tahun berjuang membesarkan partai di Lombok Barat, terbukti dengan peningkatan kursi DPRD dari tiga menjadi lima kursi. Ia khawatir persepsi publik terhadap PPP akan semakin jatuh jika internal terus bergolak.

“Yang dinilai layak dari sisi suara arus bawah atau PAC berdasarkan hasil Muscab adalah Achmad Suparman. Terlebih bagaimana pun saya selaku orang tua, berharap proses dikembalikan pada aspirasi PAC,” ujar Ruslan.

Ia mengaku sudah berkonsultasi langsung ke DPP dan bertemu dengan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PPP Jabar, Idris, yang juga formatur untuk NTB. Dalam pertemuan itu, Idris berkomitmen bahwa DPP akan memperjuangkan kandidat yang menang dukungan muscab. Namun, komitmen itu dinilai berbalik arah di lapangan.

Apa Langkah PAC Selanjutnya?

Sejumlah PAC yang kecewa telah melayangkan protes keras. Mereka menilai forum Muscab tidak lagi mencerminkan mekanisme kepartaian yang sehat dan demokratis. Jika DPP tetap mengeluarkan SK untuk kandidat yang kalah suara, bukan tidak mungkin konflik internal PPP Lombok Barat akan berlarut-larut hingga mendekati Pemilu 2029.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top