NUSA TENGGARA BARAT — Otoritas Spanyol telah menyetujui rencana investasi SAIC. Pembangunan pabrik dijadwalkan mulai pada 2027 dan beroperasi pada akhir 2028. Target produksi awal mencapai 120 ribu unit kendaraan listrik per tahun, seperti dikutip dari AFP, Selasa (2/6).
Spanyol mencatat pertumbuhan ekonomi salah satu yang tercepat di Uni Eropa. Pemerintahnya gencar mendorong industri energi terbarukan, sejalan dengan visi elektrifikasi SAIC.
Hubungan bilateral China dan Spanyol dalam beberapa tahun terakhir membuka jalan bagi investasi ini. SAIC melihat momentum untuk membangun ekosistem industri otomotif yang lengkap di Spanyol, bukan sekadar perakitan.
Pendirian pabrik ini mempercepat penetrasi produk SAIC di Eropa. Target Uni Eropa agar 90 persen mobil baru yang dijual pada 2035 adalah mobil listrik menjadi angin segar bagi ekspansi perusahaan.
Yang lebih krusial, pabrik ini memungkinkan SAIC meloloskan produknya dari bea masuk impor. Selama ini, SAIC menjual mobil hybrid dan EV di Eropa melalui merek MG. Dengan produksi lokal, margin keuntungan menjadi lebih kompetitif.
Proyek ini diperkirakan menyerap hingga 2.300 tenaga kerja. Investasi senilai 200 juta euro atau sekitar Rp3,8 triliun (estimasi kurs Rp19.000 per euro) akan digelontorkan secara bertahap. Angka ini belum termasuk biaya pengembangan rantai pasok lokal.
Langkah SAIC menandai babak baru persaingan mobil listrik di Eropa. Pabrikan China mulai serius membangun basis produksi di kawasan yang selama ini didominasi Volkswagen, Stellantis, dan Renault.