NUSA TENGGARA BARAT — Jetour resmi membuka lembaran baru di pasar otomotif Indonesia. Bukan hanya menghadirkan model anyar T1, pabrikan asal Tiongkok itu langsung membawa serta teknologi elektrifikasi lewat varian i-DM atau plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Angka yang diusung cukup ambisius: 1.200 kilometer untuk satu tangki bensin dan satu kali penuh daya baterai.
Varian i-DM menjadi pusat perhatian dalam seremoni peluncuran di Jakarta, Rabu (3/6). Jetour mengklaim T1 PHEV mampu menempuh jarak 1.200 kilometer dalam kondisi kombinasi pengisian bahan bakar dan listrik penuh. Angka ini menempatkannya di kelas atas SUV hybrid yang beredar di Indonesia saat ini.
Belum ada rincian detail soal kapasitas baterai maupun mesin bensin yang digunakan. Namun, klaim jarak tempuh sebesar itu mengindikasikan efisiensi tinggi yang ditawarkan sistem hybrid plug-in. Konsumen yang sering melakukan perjalanan jauh bisa menjadi target utama varian ini.
Jetour T1 tidak hanya hadir dalam satu varian. Peluncuran ini mencakup dua opsi powertrain sekaligus: mesin bensin konvensional dan PHEV i-DM. Langkah ini memberi fleksibilitas bagi pembeli yang belum siap beralih penuh ke kendaraan listrik, namun tetap ingin menikmati teknologi elektrifikasi.
Strategi dua varian ini lazim digunakan pabrikan Tiongkok yang mulai gencar masuk Indonesia. Dengan begitu, Jetour bisa menjangkau segmen pembeli yang lebih luas sejak awal.
Hingga acara peluncuran selesai, Jetour belum mengumumkan banderol harga resmi untuk T1, baik varian bensin maupun i-DM PHEV. Informasi soal ketersediaan di dealer-dealer Tanah Air juga masih minim.
Ketiadaan angka harga ini wajar terjadi pada peluncuran tahap awal. Biasanya, ATPM akan merilis harga beberapa pekan setelah perkenalan publik, atau saat unit sudah siap dikirim ke konsumen. Calon pembeli disarankan memantau akun resmi Jetour Indonesia untuk perkembangan selanjutnya.
Masuknya Jetour T1 PHEV menambah ramai segmen SUV hybrid di Indonesia. Pasar ini sebelumnya didominasi pabrikan Jepang dan Korea dengan model seperti Toyota RAV4 Hybrid atau Hyundai Santa Fe Hybrid. Kehadiran pemain baru dari Tiongkok dengan klaim jarak tempuh ekstrem bisa mengubah peta persaingan.
Yang menarik, Jetour tidak masuk lewat jalur konvensional. Mereka langsung membawa teknologi plug-in hybrid yang masih tergolong baru bagi konsumen Indonesia. Edukasi pasar akan menjadi tantangan tersendiri, selain urusan harga dan jaringan purna jual.
Untuk saat ini, publik tinggal menunggu langkah selanjutnya: kapan unit test drive tersedia dan berapa harga yang akan dipatok. Angka 1.200 kilometer jelas menjadi daya tarik utama yang sulit diabaikan.