Superkomputer Opta Beri Kans Nol Persen ke Lima Negara di Piala Dunia 2026

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 22:07:31 WIB
Superkomputer Opta memprediksi lima negara tanpa peluang juara di Piala Dunia 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Jakarta - Sistem analitik Opta mengeluarkan hasil simulasi Piala Dunia 2026 yang cukup mengejutkan. Dari 48 tim peserta, lima negara disebut tidak memiliki kans sama sekali—angka 0 persen—untuk mengangkat trofi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko nanti.

Superkomputer Opta menggunakan jutaan data historis, kekuatan skuad, hingga performa terkini untuk menjalankan ribuan simulasi. Hasilnya, lima tim itu berada di posisi paling buncit dalam probabilitas juara.

Daftar Negara dengan Prediksi Nol Persen

Opta tidak merilis nama spesifik dalam pengumuman awal, tetapi berdasarkan edisi turnamen sebelumnya, tim-tim yang masuk kategori ini biasanya berasal dari konfederasi dengan peringkat FIFA rendah. Pendatang baru atau negara dengan skuad minim pengalaman di panggung utama juga kerap masuk daftar.

Pada Piala Dunia 2022 lalu, tim seperti Qatar, Kosta Rika, dan Arab Saudi sempat mendapat probabilitas sangat kecil—mendekati nol—dari model serupa. Namun, Arab Saudi justru mengejutkan dengan mengalahkan Argentina di fase grup.

Metodologi di Balik Angka Nol

Algoritma Opta bekerja dengan mensimulasikan seluruh pertandingan turnamen ribuan kali. Faktor yang diperhitungkan meliputi Elo rating tim, kualitas pemain berdasarkan nilai pasar, hingga rekor head-to-head di kompetisi besar.

Jika sebuah tim tidak pernah memenangkan satu pun simulasi dari ribuan skenario yang dijalankan, maka probabilitasnya tercatat 0 persen. Bukan berarti mustahil secara matematis, melainkan dalam model statistik Opta, tidak ada satu pun jalur yang mengantar tim itu ke final.

Bukan Vonis Mutlak, tapi Peringatan Dini

Prediksi berbasis data seperti ini memang kerap meleset karena sepak bola menyisakan ruang untuk kejutan. Tim underdog bisa lolos dari grup sulit, lalu menemukan momentum di babak gugur.

Namun, angka 0 persen dari Opta setidaknya menjadi alarm bagi federasi dan pelatih lima negara tersebut. Mereka harus mengatur strategi lebih agresif jika ingin membalikkan prediksi—atau setidaknya membuktikan bahwa statistik bukan segalanya di turnamen sebesar Piala Dunia.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top