SELONG — Evakuasi dramatis terjadi di ketinggian Bukit Sempana saat api merambat cepat dipicu angin kencang. Titik api pertama terdeteksi sekitar pukul 15.00 Wita, namun baru membesar menjelang sore. Para pendaki yang tengah berkemah langsung diarahkan turun menuju Pos 1 oleh petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Timur dan pengelola wisata setempat.
Kapolsek Sembalun, IPTU Lalu Subadri, mengonfirmasi informasi kebakaran diterima dari petugas KPH sekitar pukul 18.30 Wita. "Lokasi kebakaran jaraknya kurang lebih 500 meter dari lokasi camping yang sering dikunjungi para pendaki," ujarnya, Selasa malam. Seluruh pengunjung dipastikan selamat dan kini berada di titik aman.
Kepala Resort KPH Rinjani Timur Sembalun, Supandi, menjelaskan pihaknya memilih tidak melakukan pemadaman pada malam hari. "Medannya terjal dan ekstrem. Kami tidak berani melakukan pemadaman malam hari karena berisiko dan cuaca saat ini dingin sekali," kata Supandi. Tim akan memulai upaya pemadaman pada Rabu (10/6/2026) pagi setelah kondisi medan lebih terlihat.
Menurut Supandi, tanda-tanda kebakaran sebenarnya sudah terlihat sejak pukul 15.00 Wita, namun saat itu belum terpantau oleh sistem aplikasi pemantau titik api. "Baru muncul belakangan. Tapi sekarang sudah kelihatan jelas dari bawah," tambahnya. Kombinasi antara hembusan angin kencang di atas bukit dan topografi curam menjadi pembatas utama pergerakan tim pemadam sejak awal.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pariwisata di jalur pendakian Bukit Sempana lumpuh total. Otoritas setempat mengimbau para wisatawan untuk sementara waktu menghindari jalur pendakian hingga situasi dinyatakan benar-benar aman. Total luas area hutan yang terbakar serta penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.