MATARAM — Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan harapan Gubernur H Lalu Muhamad Iqbal agar kepengurusan baru ASITA menjadi mitra strategis pemerintah. Sinergi ini dinilai krusial untuk mengakselerasi pembangunan pariwisata di seluruh wilayah NTB, termasuk 10 kabupaten/kota.
Dinda, sapaan Wagub, menegaskan pengembangan pariwisata berkelas dunia merupakan salah satu dari tiga agenda prioritas Pemprov NTB. Dua agenda lainnya adalah pengentasan kemiskinan ekstrem dan penguatan ketahanan pangan.
“Nusa Tenggara Barat memiliki potensi wisata alam dan budaya yang luar biasa. Kami berharap seluruh pelaku pariwisata, khususnya ASITA, dapat terus bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan destinasi NTB yang semakin dikenal dunia,” ujarnya.
Menurut Dinda, posisi geografis NTB yang diapit Bali dan Nusa Tenggara Timur menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan. Namun, keberhasilan sektor ini tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia dan kualitas pelayanan.
Ketua DPD ASITA NTB, Sellywati, mengakui industri perjalanan masih menghadapi tantangan berat. Salah satunya adalah tingginya biaya transportasi yang membuat wisatawan berpikir ulang untuk berkunjung ke NTB.
“Kami akan melanjutkan apa yang belum dikerjakan oleh pengurus sebelumnya. Tantangan yang kami hadapi cukup kompleks, mulai dari harga tiket hingga perubahan pola perjalanan wisata,” kata Sellywati.
ASITA NTB menyiapkan sejumlah agenda promosi berskala nasional dan internasional. Salah satu yang utama adalah penyelenggaraan Travel Mart yang direncanakan digelar pada Oktober 2026, setelah perhelatan MotoGP Mandalika.
Melalui kegiatan ini, ASITA akan mengundang agen perjalanan dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Mereka akan diajak melihat langsung potensi destinasi unggulan NTB sekaligus menjajaki kerja sama paket wisata.
Ketua Umum DPP ASITA, N. Rusmiati, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci untuk memperluas promosi dan meningkatkan daya saing destinasi wisata NTB di tingkat global.
“Pemerintah dan pebisnis harus bersinergi dan dapat mengambil bagian dalam mempromosikan NTB ke dunia melalui berbagai destinasi wisatanya,” ujarnya saat melantik pengurus.
Saat ini, ASITA NTB memiliki lebih dari 100 anggota yang bergerak di bidang usaha perjalanan wisata dan jasa travel. Organisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia.