NUSA TENGGARA BARAT — Strategi ini diungkap langsung Vice President Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, di Jakarta, Sabtu (20/7). Menurutnya, produk premium tidak bisa dijual seperti barang komoditas. Konsumen segmen ini membeli pengalaman dan identitas, bukan sekadar angka tenaga kuda atau jarak tempuh baterai.
Xpeng sengaja menjauh dari format peluncuran produk atau pameran otomotif konvensional yang kaku. Perusahaan mengemas setiap kegiatannya sebagai sebuah perayaan yang melibatkan pelanggan, calon pelanggan, dan media dalam satu atap.
"Ini bukan hanya menunjukkan produk baru, tetapi sebuah perayaan yang melibatkan pelanggan, calon pelanggan, dan media," ujar Hari.
Untuk mewujudkannya, Xpeng menggandeng Erajaya Active Lifestyle. Sinergi ini menghadirkan aktivitas yang relevan dengan minat komunitas urban, seperti ajang lari, diskusi teknologi, hingga gaya hidup digital. Tujuannya satu: menemukan titik temu antara produk dengan keseharian konsumen.
Strategi experiential marketing ini tidak berjalan sendiri. Xpeng juga agresif memperkuat infrastruktur penjualan dan servis. Perluasan jaringan diler dengan standar 3S—penjualan, servis, dan suku cadang—terus digenjot.
Hari menekankan bahwa membuka dealer baru bukan sekadar soal menambah titik penjualan. Setiap outlet baru harus diiringi kesiapan bengkel resmi dan dukungan call center untuk kondisi darurat. Langkah ini krusial untuk membangun kepercayaan terhadap merek yang relatif baru di Indonesia.
"Kami tidak boleh hanya menambah jaringan penjualan, tetapi juga harus memastikan layanan purnajual ikut berkembang karena itu yang menjamin kenyamanan pelanggan," tegasnya.
Menariknya, karakter kendaraan listrik justru menjadi alasan Xpeng gencar membuat program keterlibatan pelanggan. Interval perawatan mobil listrik yang lebih panjang dibanding mobil bermesin konvensional membuat frekuensi kunjungan pelanggan ke bengkel lebih jarang.
Akibatnya, celah interaksi antara pabrikan dan pemilik kendaraan menjadi lebih lebar. Di sinilah program engagement berperan: menjaga hubungan tetap hangat meski pelanggan tidak sedang butuh servis.
Di balik pendekatan lifestyle, Xpeng tidak melupakan jati dirinya sebagai perusahaan teknologi. Hari menyebut keunggulan di bidang kecerdasan buatan (AI), robotika, pengembangan mobil terbang, hingga kemampuan merancang chip secara mandiri menjadi nilai pembeda yang sulit ditiru kompetitor.
Kombinasi antara inovasi teknologi dan strategi pemasaran berbasis pengalaman inilah yang diyakini bisa memperkuat posisi Xpeng di segmen kendaraan listrik premium. Persaingan di kelas ini memang semakin ketat, dengan banyak pemain baru yang juga berebut perhatian konsumen Indonesia.