NUSA TENGGARA BARAT — Pertandingan fase gugur Piala Dunia 2026 antara Maroko dan Kanada berakhir dengan kemenangan dramatis bagi tim asuhan Walid Regragui. Satu-satunya gol dalam laga yang berlangsung di venue netral tersebut dicetak oleh gelandang Azzedine Ounahi pada menit ke-23.
Ounahi, yang menjadi momok bagi lini pertahanan Kanada, berhasil memanfaatkan celah di kotak penalti lawan. Sepakan kaki kanannya dari jarak dekat tak mampu diantisipasi kiper Kanada.
Gol ini menjadi penentu karena hingga peluit panjang dibunyikan, Kanada gagal membalas. Beberapa peluang emas melalui skema serangan balik cepat berhasil digagalkan oleh barisan pertahanan Maroko yang disiplin.
Kanada sebenarnya unggul dalam penguasaan bola, mencatatkan 58% berbanding 42% milik Maroko. Namun, efektivitas serangan justru menjadi milik Maroko yang lebih klinis di depan gawang.
Statistik tersebut menunjukkan betapa solidnya organisasi permainan Maroko di laga hidup-mati ini. Regragui berhasil meracik strategi yang tepat untuk meredam agresivitas Kanada.
Kemenangan ini memastikan Maroko lolos ke babak 16 besar dan akan berhadapan dengan salah satu tim unggulan dari grup lain. Pencapaian ini sekaligus membuktikan konsistensi Maroko sebagai kekuatan baru sepak bola Afrika di panggung dunia.
Bagi Kanada, kekalahan ini menjadi akhir dari perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Meski tampil percaya diri di babak grup, mereka harus mengakui keunggulan taktik dan pengalaman Maroko di fase gugur.
Dalam konferensi pers usai laga, Walid Regragui memuji kerja keras anak asuhnya. "Ini bukan soal individu, tapi soal tim. Kami bermain dengan hati dan disiplin tinggi. Azzedine (Ounahi) kembali menunjukkan kelasnya di panggung besar," ujarnya.
Sementara itu, pelatih Kanada mengakui keunggulan lawan. "Kami mendominasi penguasaan bola, tapi sepak bola tidak hanya soal itu. Maroko lebih efisien dan itu yang membuat mereka menang," katanya.