Laba BTN Tembus Rp1,85 Triliun Hingga Mei 2026, Tumbuh 54 Persen di Atas Rata-Rata Bank Nasional

Penulis: Uki Damayanti  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 13:54:01 WIB
Laba bersih BTN mencapai Rp1,85 triliun hingga Mei 2026, naik 54 persen secara tahunan.

NUSA TENGGARA BARAT — Jakarta — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan lonjakan laba bersih konsolidasi hingga Rp1,85 triliun pada periode Januari–Mei 2026. Angka tersebut naik 54,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian BTN ini kontras dengan rata-rata industri. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba bersih bank umum nasional hanya tumbuh 4,96 persen yoy pada periode yang sama. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten mulai menuai hasil nyata.

"Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara. Kami terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis beyond mortgage," ujar Nixon di Jakarta, Rabu (8/7).

Kredit Tembus Rp403 Triliun, DPK Tumbuh Dua Kali Lipat Industri

Ekspansi kredit BTN juga menunjukkan performa di atas rata-rata. Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp403,06 triliun, tumbuh 9,97 persen yoy. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang sebesar 8,62 persen yoy.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN tercatat Rp433,95 triliun atau naik 9,09 persen yoy. Lonjakan ini hampir dua kali lipat dari rata-rata pertumbuhan DPK industri yang hanya 4,29 persen yoy.

Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BTN mencapai Rp7,13 triliun, naik 15,15 persen yoy. Sementara laba operasional konsolidasi melonjak 58,37 persen menjadi Rp2,39 triliun.

Beyond Mortgage dan Sinergi Danantara Jadi Katalis

Nixon menjelaskan, transformasi BTN sebagai bank beyond mortgage menjadi langkah strategis memperluas sumber pertumbuhan. Perusahaan tidak lagi hanya fokus pada pembiayaan rumah, tetapi juga mendampingi kebutuhan finansial masyarakat di setiap tahap kehidupan—dari kepemilikan rumah, gaya hidup, hingga persiapan pensiun.

Integrasi ke dalam ekosistem Danantara Indonesia disebut menjadi katalisator utama akselerasi transformasi. Melalui Danantara, BTN mendapatkan akses penguatan sinergi lintas sektor, efisiensi operasional melalui shared services, serta optimalisasi modal untuk ekspansi bisnis.

"BTN tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan rumah. Kami terus memperluas peran sebagai bank yang mendampingi kebutuhan finansial masyarakat di setiap tahap kehidupan," kata Nixon.

Ke depan, BTN akan terus mempercepat penyederhanaan proses bisnis, penguatan tata kelola, modernisasi infrastruktur teknologi informasi, serta percepatan digitalisasi layanan. Nixon optimistis, dengan dukungan sinergi di ekosistem Danantara, BTN akan tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top