DOMPU — Kabupaten Dompu mengumpulkan 44 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026, satu keping lebih banyak dibanding edisi 2023. Namun kenaikan itu tak mampu mempertahankan posisi runner-up; Dompu justru jatuh ke peringkat kedelapan klasemen akhir. Penurunan anggaran hibah KONI sebesar Rp2 miliar dan bertambahnya nomor pertandingan menjadi faktor utama yang dianggap memicu anjloknya peringkat.
Pada Porprov 2023, Dompu berada di posisi kedua dengan 43 emas, 53 perak, dan 64 perunggu — total 160 medali. Tiga tahun kemudian, total medali naik menjadi 173 (44 emas, 44 perak, 85 perunggu), namun peringkatnya merosot drastis.
Pemerintah Kabupaten Dompu mengalokasikan hibah kepada KONI sebesar Rp5 miliar menjelang Porprov 2023. Pada Porprov 2026, angka itu turun menjadi Rp3 miliar — berkurang 40 persen. Padahal, nomor pertandingan yang dipertandingkan justru melonjak dari 475 menjadi 758, dan cabang olahraga bertambah dari 35 menjadi 51.
Penurunan anggaran di saat beban kompetisi membesar menjadi ironi tersendiri. Kebutuhan biaya pemusatan latihan, pelatih, peralatan, hingga pengiriman atlet ikut membengkak, namun ruang fiskal justru menyempit.
Salah satu indikator melemahnya daya saing Dompu terlihat dari komposisi medali. Pada 2023, kontingen berhasil meraih 53 medali perak. Pada 2026, perak yang diraih hanya 44 — turun sembilan keping. Artinya, banyak atlet Dompu yang mencapai final namun gagal menjadi juara.
Sebaliknya, medali perunggu melonjak dari 64 menjadi 85. Lonjakan ini menandakan bahwa atlet Dompu masih mampu bersaing, tetapi belum cukup matang untuk meraih podium tertinggi dalam jumlah yang memadai.
Bertambahnya 283 nomor pertandingan pada Porprov 2026 — meningkat hampir 60 persen — membuka peluang besar bagi daerah yang mempersiapkan atlet di cabang-cabang baru. Data klasemen menunjukkan bahwa kabupaten/kota lain mampu memanfaatkan momentum tersebut, sementara Dompu tidak mengalami peningkatan signifikan dalam perolehan emas.
Fenomena ini mengindikasikan perlunya pemetaan ulang cabang olahraga potensial serta strategi pembinaan yang lebih adaptif terhadap perluasan nomor pertandingan.
Hasil Porprov XII NTB 2026 bukan hanya soal 44 emas. Bagi Dompu, ini adalah alarm bahwa persaingan olahraga antardaerah telah berubah. Tanpa evaluasi menyeluruh terhadap distribusi anggaran, kualitas pembinaan, dan ketepatan sasaran cabang olahraga, posisi Dompu di papan atas NTB sulit direbut kembali pada edisi mendatang.