NUSA TENGGARA BARAT — Kabar ini bukan datang dari panggung balap Eropa, melainkan mengalir dari Sirkuit Mandalika, Indonesia. Di sela-sela kesibukan MotoGP, pemilik tim Aspar, Jorge "Aspar" Martinez, membuka rencana jangka panjang CFMoto kepada SPEEDWEEK.com. Kerja sama yang sudah diperpanjang hingga akhir 2031 ini ternyata punya tujuan yang lebih besar dari sekadar menghuni kelas Moto2 dan Moto3.
Jawabannya ada di regulasi. Di Moto2, semua tim wajib memakai mesin standar Triumph. Sementara Moto3 mulai 2028 akan menggunakan mesin Yamaha. Artinya, CFMoto tidak punya ruang untuk mengembangkan teknologi mesin balap sendiri di dua kelas tersebut. MotoGP memang jadi satu-satunya ajang yang memungkinkan, tapi itu butuh waktu.
Kalangan internal CFMoto sendiri meyakini pertanyaannya bukan lagi apakah mereka akan masuk MotoGP, melainkan kapan. Namun, persiapan program MotoGP butuh tiga hingga lima tahun. Di sinilah WorldSBK menjadi pilihan yang jauh lebih realistis untuk dieksekusi dalam waktu dekat.
Langkah CFMoto semakin serius setelah mengakuisisi saham mayoritas Kalex, produsen sasis asal Jerman yang namanya sudah malang melintang di ajang balap, pada awal tahun ini. Ini bukan pembelian kecil—Kalex adalah pemasok sasis dominan di Moto2 dan punya rekam jejak panjang di kelas menengah.
Dengan kepemilikan Kalex, CFMoto kini punya kendali penuh atas pengembangan sasis. Ini aset krusial yang tidak dimiliki semua pabrikan yang ingin naik kelas. Kombinasi antara sasis Kalex, data dari tim Aspar, dan ambisi pabrikan Tiongkok membuat peta persaingan balap dunia mulai bergeser.
Bagi pengguna motor di Indonesia, kabar ini menarik untuk diikuti. CFMoto memang sudah punya basis pasar di Tanah Air lewat produk seperti 300NK dan 450SR. Jika program balap mereka berjalan mulus, bukan tidak mungkin teknologi yang diuji di sirkuit akan menetes ke produk jalan raya—mulai dari handling, material sasis, hingga tuning mesin.
Namun, perlu dicatat bahwa produk balap dan produk komersial punya jarak yang jauh. Yang diuji di WorldSBK belum tentu langsung muncul di dealer. Tetap tunggu konfirmasi resmi dari CFMoto Indonesia soal rencana mereka membawa teknologi balap ke produk lokal.
Yang jelas, langkah CFMoto ini menunjukkan bahwa peta persaingan motor dunia sedang berubah. Dari sekadar pemain di kelas entry-level, mereka kini serius menantang pabrikan-pabrikan besar di panggung tertinggi.