CFMoto Serius Menuju MotoGP, WorldSBK Jadi Jembatan Pertama Sebelum Naik Kelas

Penulis: Zaki Mubarak  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:13:01 WIB
CFMoto memperpanjang kerja sama dengan tim Aspar hingga 2031 sebagai bagian dari persiapan menuju MotoGP.

NUSA TENGGARA BARAT — Kabar ini bukan datang dari panggung balap Eropa, melainkan mengalir dari Sirkuit Mandalika, Indonesia. Di sela-sela kesibukan MotoGP, pemilik tim Aspar, Jorge "Aspar" Martinez, membuka rencana jangka panjang CFMoto kepada SPEEDWEEK.com. Kerja sama yang sudah diperpanjang hingga akhir 2031 ini ternyata punya tujuan yang lebih besar dari sekadar menghuni kelas Moto2 dan Moto3.

Mengapa WorldSBK Lebih Masuk Akal dari Langsung ke MotoGP?

Jawabannya ada di regulasi. Di Moto2, semua tim wajib memakai mesin standar Triumph. Sementara Moto3 mulai 2028 akan menggunakan mesin Yamaha. Artinya, CFMoto tidak punya ruang untuk mengembangkan teknologi mesin balap sendiri di dua kelas tersebut. MotoGP memang jadi satu-satunya ajang yang memungkinkan, tapi itu butuh waktu.

Kalangan internal CFMoto sendiri meyakini pertanyaannya bukan lagi apakah mereka akan masuk MotoGP, melainkan kapan. Namun, persiapan program MotoGP butuh tiga hingga lima tahun. Di sinilah WorldSBK menjadi pilihan yang jauh lebih realistis untuk dieksekusi dalam waktu dekat.

Akuisisi Kalex: Modal Besar untuk Program Balap Jangka Panjang

Langkah CFMoto semakin serius setelah mengakuisisi saham mayoritas Kalex, produsen sasis asal Jerman yang namanya sudah malang melintang di ajang balap, pada awal tahun ini. Ini bukan pembelian kecil—Kalex adalah pemasok sasis dominan di Moto2 dan punya rekam jejak panjang di kelas menengah.

Dengan kepemilikan Kalex, CFMoto kini punya kendali penuh atas pengembangan sasis. Ini aset krusial yang tidak dimiliki semua pabrikan yang ingin naik kelas. Kombinasi antara sasis Kalex, data dari tim Aspar, dan ambisi pabrikan Tiongkok membuat peta persaingan balap dunia mulai bergeser.

Yang Perlu Diperhatikan dari Rencana Ini

  • Rentang waktu panjang: Meski targetnya jelas, program ini baru akan terlihat hasilnya dalam beberapa musim ke depan. Jangan berharap CFMoto langsung kompetitif di WorldSBK pada musim debut mereka.
  • Persaingan ketat: WorldSBK saat ini dihuni pabrikan berpengalaman seperti Ducati, Yamaha, dan Kawasaki. CFMoto akan masuk sebagai pendatang baru yang harus belajar dari nol.
  • Investasi besar: Dari akuisisi Kalex hingga pengembangan mesin, biaya yang dikeluarkan CFMoto tidak akan kecil. Komitmen jangka panjang ini perlu dibuktikan dengan konsistensi di lintasan.

Dampaknya untuk Pasar Motor Indonesia

Bagi pengguna motor di Indonesia, kabar ini menarik untuk diikuti. CFMoto memang sudah punya basis pasar di Tanah Air lewat produk seperti 300NK dan 450SR. Jika program balap mereka berjalan mulus, bukan tidak mungkin teknologi yang diuji di sirkuit akan menetes ke produk jalan raya—mulai dari handling, material sasis, hingga tuning mesin.

Namun, perlu dicatat bahwa produk balap dan produk komersial punya jarak yang jauh. Yang diuji di WorldSBK belum tentu langsung muncul di dealer. Tetap tunggu konfirmasi resmi dari CFMoto Indonesia soal rencana mereka membawa teknologi balap ke produk lokal.

Yang jelas, langkah CFMoto ini menunjukkan bahwa peta persaingan motor dunia sedang berubah. Dari sekadar pemain di kelas entry-level, mereka kini serius menantang pabrikan-pabrikan besar di panggung tertinggi.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: otomotif.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top