Wakil Bupati Lombok Barat Luncurkan Gerakan Menanam Cabai untuk Redam Inflasi, 7.000 Polybag Disiapkan untuk Sekolah

Penulis: Valdi Pratama  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:58:01 WIB
Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, meluncurkan gerakan menanam cabai dalam Rapat Koordinasi TPID di Aula Suranadi, Kantor Bupati Lobar, Kamis (6/8).

LOBAR — Puluhan ribu polybag berisi bibit cabai akan ditanam di pekarangan rumah, sekolah, dan lingkungan perkantoran di Lombok Barat. Langkah ini diambil pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, meluncurkan gerakan tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Suranadi, Kantor Bupati Lobar, Kamis (6/8). Menurutnya, pengendalian harga tidak cukup hanya dengan intervensi pasar, tetapi harus dibarengi dengan penguatan produksi dari hulu.

“Kita tidak hanya berbicara soal harga saat ini, tetapi juga membangun ketahanan pangan agar harga tidak mudah melonjak,” ujar Ummi Nurul, sapaan akrabnya, dalam sela-sela rapat tersebut.

Ribuan Polybag untuk Pelajar dan Warga

Pemerintah daerah menyiapkan sekitar 2.000 polybag untuk siswa sekolah dasar dan 5.000–7.000 polybag bagi sekolah menengah pertama. Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TP PKK desa, hingga masyarakat umum dilibatkan dengan memanfaatkan media tanam polybag di pekarangan masing-masing.

Program ini tidak hanya menyasar ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar. Para siswa diajak memahami proses budi daya tanaman pangan sejak dini melalui praktik langsung di lingkungan sekolah.

Tanpa Anggaran Khusus, Andalkan Kolaborasi Lintas Sektor

Pada tahap awal, gerakan ini berjalan tanpa alokasi anggaran khusus. Kebutuhan bibit, pupuk, dan sarana pendukung dipenuhi melalui optimalisasi anggaran yang tersedia di masing-masing perangkat daerah serta kolaborasi lintas sektor.

Sinergi antara OPD, pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Tanpa dukungan warga, penanaman ribuan polybag di pekarangan tidak akan berjalan optimal.

Hasil Panen Dievaluasi untuk Keberlanjutan Program

Hasil panen dari gerakan ini nantinya akan dievaluasi secara berkala. Data produksi yang terkumpul akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan program serupa secara berkelanjutan ke depan.

“Kita berharap gerakan kecil ini mampu memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Lombok Barat,” tutupnya.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: radarmandalika.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top