Windows 11 Makin Modern, tapi Device Manager, Event Viewer, dan Services Masih Jadul — Ini Tuntutan Pengguna

Penulis: Zaki Mubarak  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:48:02 WIB
Device Manager, Event Viewer, dan Services masih menampilkan antarmuka lama di tengah pembaruan desain Windows 11.

NUSA TENGGARA BARAT — Windows 11 sudah beberapa kali mendapatkan pembaruan tampilan besar-besaran. Dialog Run, Task Manager, hingga bagian-bagian File Explorer kini terlihat selaras dengan desain Fluent Design khas Microsoft. Sayangnya, tidak semua komponen bernasib sama.

Tiga alat bawaan yang masih membeku di era Windows 7 atau bahkan XP adalah Device Manager, Event Viewer, dan Services. Ketiganya tetap fungsional dan penting, tetapi pengalaman penggunaannya terasa kuno dibanding sistem operasi yang menaunginya.

Device Manager: Perlu Lebih dari Sekadar Polesan Visual

Device Manager adalah tujuan pertama saat pengguna mengalami masalah driver atau perangkat keras. Namun, alur kerjanya masih sama seperti belasan tahun lalu: membuka pohon kategori, klik kanan perangkat, masuk ke Properties, lalu memeriksa tab demi tab.

Microsoft sebenarnya bisa mengubahnya menjadi pusat manajemen perangkat keras yang lebih informatif. Bayangkan jika memilih kartu grafis langsung menampilkan nama pabrikan, versi driver, tanggal rilis, dan status perangkat dalam satu layar—tanpa perlu membuka jendela properti.

Yang lebih penting, sistem seharusnya bisa langsung memberi tahu jika ada masalah. Indikator sederhana seperti "Perangkat ini berfungsi normal" atau "Windows mendeteksi masalah pada perangkat ini" akan jauh lebih membantu daripada mengharuskan pengguna mencari tahu sendiri dari beberapa tab.

Event Viewer dan Reliability Monitor: Dua Alat yang Seharusnya Menyatu

Event Viewer menyimpan banyak informasi diagnostik, tetapi mencarinya sangat tidak ramah bagi pengguna awam. Di sisi lain, Microsoft sudah punya Reliability Monitor yang menampilkan kronologi crash dan error dalam bentuk garis waktu yang mudah dipahami.

Masalahnya, keduanya berjalan terpisah. Saat pengguna menemukan titik masalah di Reliability Monitor, mereka harus pindah ke Event Viewer untuk mendapatkan detail lebih lanjut. Pengalaman yang terpecah ini membuat proses troubleshooting menjadi tidak efisien.

Solusi idealnya adalah menggabungkan keduanya menjadi satu alat pemecahan masalah modern. Pengguna bisa melihat garis waktu kejadian, mencari dan memfilter event, mengelompokkan error terkait, serta mengidentifikasi crash aplikasi atau kegagalan layanan dalam satu antarmuka yang kohesif.

Services: Informasi Lengkap, Tampilan Usang

Konsol Services sebenarnya sudah kaya informasi. Tampilan Extended memperlihatkan deskripsi layanan, status, dan tipe startup. Jendela Properties menambahkan detail dependensi, pengaturan pemulihan, hingga akun yang menjalankan layanan tersebut.

Namun, tampilannya masih terasa seperti konsol manajemen dari generasi sebelumnya. Pencarian pun masih kaku—padahal pengguna bisa saja ingin mencari layanan berdasarkan nama file executable atau kata kunci seperti "Bluetooth" atau "Windows Update".

Visualisasi dependensi juga bisa dibuat lebih jelas. Jika layanan A tidak berjalan karena layanan B mati, sistem seharusnya bisa menampilkan hubungan tersebut secara visual tanpa harus membuka tab Properties dan menelusuri daftar dependensi secara manual.

Task Scheduler dan Arah Modernisasi Microsoft

Task Scheduler juga masuk daftar alat yang perlu perhatian. Wizard "Create Basic Task" memang memudahkan pembuatan tugas sederhana, tetapi antarmuka lengkapnya masih rumit dengan banyak tab yang membingungkan—Triggers, Actions, Conditions, Settings, dan History tersebar di mana-mana.

Microsoft tidak perlu membuang opsi lanjutan tersebut. Yang dibutuhkan adalah membangun antarmuka baru di sekitarnya yang mampu menjelaskan apa yang dilakukan sebuah tugas, mengapa dijalankan, dan apakah berjalan dengan benar. Komunitas open-source bahkan sudah punya contohnya lewat proyek FluentTaskScheduler.

Kabarnya, Microsoft tengah menjajaki modernisasi Registry Editor dan sudah bereksperimen dengan aplikasi Print Management baru di kanal Windows 11 Insider. Ini sinyal positif bahwa perombakan alat-alat lawas sedang dalam peta jalan perusahaan.

Modernisasi tidak harus berarti membuang semua yang lama. Cukup membungkus fungsionalitas yang sudah diandalkan orang dengan antarmuka yang lebih baik dan bertahap. Device Manager, Event Viewer, dan Services adalah titik awal yang sangat baik untuk memulai.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: windowscentral.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top