Bupati Lombok Timur Lantik 61 Pj Kades, Ingatkan Netralitas Jelang Pilkades dan Jaga Kerukunan Warga

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:31:01 WIB
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin melantik 61 Penjabat Kepala Desa di Pendopo Bupati, Selasa (18/8/2026).

LOMBOK TIMUR — Puluhan Penjabat (Pj) Kepala Desa resmi dilantik Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, di Pendopo Bupati, Selasa (18/8/2026). Pelantikan ini menjadi momen penting bagi 61 desa untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan sebelum pemilihan kepala desa definitif digelar.

Haerul yang akrab disapa H. Iron menekankan bahwa jabatan yang diemban para Pj Kades lahir dari kepercayaan masyarakat melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pemerintah. Karena itu, amanah tersebut harus dijawab dengan pelayanan yang baik, bukan justru mencari popularitas semata.

"Jadilah Kepala Desa yang sederhana. Tampilannya sederhana dan dekat dengan masyarakat. Cari tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat," ujarnya di hadapan para pejabat desa yang baru dilantik.

Kunci Keberhasilan: Mampu Satukan Perbedaan di Masyarakat

H. Iron mengingatkan bahwa kepala desa harus lihai membaca potensi perbedaan yang muncul di tengah warga. Jika terjadi persoalan antarwarga atau antardusun, Pj Kades diminta turun tangan langsung untuk mencari jalan keluar.

Menurutnya, kemampuan menyatukan masyarakat menjadi salah satu ukuran keberhasilan seorang pemimpin desa. Ia tidak ingin perbedaan pilihan atau kepentingan politik sesaat merusak hubungan sosial yang sudah terbangun lama di lingkungan warga.

"Kalau masyarakat di desa itu tidak ada yang terpecah dan tidak ada yang saling bertentangan, Anda sudah hebat menjadi Kepala Desa," tegasnya.

Instruksi Tegas: Netral dan Layani Semua Calon Kades

Menghadapi tahapan pemilihan kepala desa yang akan datang, Haerul mengingatkan para Pj Kades untuk menjaga sikap. Potensi calon yang mendatangi kantor desa untuk membangun komunikasi dinilai akan semakin tinggi.

Ia meminta seluruh jajaran Pj Kades tidak menunjukkan keberpihakan kepada calon tertentu. Setiap bakal calon yang datang harus mendapat perlakuan yang sama, tanpa terkecuali.

"Kalau si A datang, Anda terima. B juga Anda terima, C juga Anda terima, D juga Anda terima. Semua Anda terima," tandasnya.

Selain menjaga netralitas, H. Iron meminta para Pj Kades memperkuat koordinasi dengan BPD dan tokoh masyarakat. Sinergi ini dinilai penting agar pemerintah desa cepat mengetahui persoalan dan mampu mengambil langkah penyelesaian secara dini.

"Koordinasi itu membuat orang berhasil dalam hal yang tidak bisa dihasilkan sendiri," katanya menambahkan.

Target Akhir: Desa Aman, Nyaman, dan Pelayanan Optimal

Haerul Warisin berharap 61 Pj Kades mampu menciptakan suasana desa yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. Ia menilai pembangunan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga menyangkut kemampuan pemerintah menjaga kehidupan masyarakat tetap rukun.

Para Pj Kades diminta segera bekerja setelah menerima amanah. Pemerintah desa harus selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan maupun kebutuhan sehari-hari.

"Kalau sudah damai, kehidupan masyarakat pasti berjalan dengan baik dan pelayanan juga pasti baik," pungkasnya. (*)

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top