NUSA TENGGARA BARAT — Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia DIY menyoroti peran teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk promosi destinasi wisata di Yogyakarta. Survei Agoda Indonesia menunjukkan hampir separuh wisatawan DIY mencari inspirasi perjalanan lewat media sosial, didominasi Instagram dan TikTok. Kolaborasi lintas dinas disiapkan agar destinasi yang belum terekspos bisa dikenal lebih luas.
Ketua DPD PUTRI DIY, GKR Bendara, menyampaikan hal itu dalam peringatan World Tourism Day 2026 bertema "Transformasi Ekosistem Pariwisata DIY di Era Digital dan Artificial Intelligence" di Phytagoras Hall Taman Pintar Yogyakarta. Menurutnya, travel agent dan pengelola tempat wisata perlu belajar membuat konten menarik sekaligus meningkatkan engagement di kanal digital mereka.
Media Sosial Jadi Pintu Masuk Wisatawan
Data survei Agoda Indonesia yang dipaparkan GKR Bendara menunjukkan hampir setengah wisatawan DIY aktif mencari inspirasi perjalanan melalui media sosial. Instagram dan TikTok menjadi platform dominan dalam pencarian tersebut.
"Dan data survei dari Agoda Indonesia, hampir dari setengah wisatawan DIY itu aktif mencari inspirasi perjalanan melalui media sosial didominasi oleh Instagram dan Tiktok," ujar GKR Bendara.
Catatan itu menjadi dasar permintaan agar pelaku wisata tidak lagi mengandalkan promosi konvensional. Banyak tempat wisata di DIY dinilai belum sepenuhnya mengoptimalkan media sosial untuk memperkenalkan daya tariknya.
Kolaborasi Dinas Pariwisata dan Diskominfo DIY
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Eling Priswanto, menyambut baik permintaan tersebut. Pihaknya mengaku telah mengunjungi sejumlah tempat yang belum banyak terekspos media dan sedang merencanakan pengenalan lewat teknologi digital.
Eling menambahkan, promosi ke depan juga akan menginformasikan budaya dan kearifan lokal setiap destinasi sebagai ciri khas. "Jika kita bicara DNA-nya, itu hanya sebagai alat untuk mempromosikan. Tapi disisi lain, budayanya sendiri merupakan daya strategis yang kita punya untuk mengembangkan industri pariwisata," tegas Eling.
Dinas Pariwisata DIY mengajak Diskominfo DIY bekerja sama mengenalkan potensi wisata dan budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi digital dan artificial intelligence. Rencana ini diharapkan turut mendorong perekonomian masyarakat sekitar destinasi.
Peran Diskominfo: Internet hingga CCTV di Destinasi
Kepala Diskominfo DIY, HET Wahyu Nugroho, menerima ajakan kolaborasi tersebut. Menurutnya, Diskominfo berperan sebagai penguat pelayanan sektor pariwisata melalui perluasan akses konektivitas digital serta pengadaan CCTV di beberapa destinasi wisata.
"Paling tidak ada dua hal yang bisa kami lakukan yaitu dengan pembangunan infrastruktur jaringan internet serta peningkatan pelayanan komunikasi publik di DIY," ujarnya.
Wahyu optimistis pengembangan jaringan internet hingga pelosok dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, termasuk pariwisata. "Jadi, salah satu yang kami lakukan terkait komunikasi publik adalah pengadaan jaringan internet di wilayah pegunungan Gunungkidul guna mendukung peningkatan layanan digital," tambah Wahyu.
Apa Artinya bagi Traveler ke Yogyakarta
Bagi wisatawan yang merencanakan liburan ke DIY, arah kebijakan ini berpotensi mempermudah akses informasi destinasi yang selama ini kurang terekspos. Konten media sosial dari pengelola resmi bisa menjadi rujukan awal sebelum berangkat.
Perluasan jaringan internet di wilayah pegunungan Gunungkidul juga relevan bagi traveler yang hendak menjelajah destinasi pinggiran. Ketersediaan CCTV di sejumlah titik wisata menambah rasa aman selama kunjungan.
Informasi terkini soal destinasi yang sedang disiapkan untuk promosi digital dapat dikonfirmasi via Dinas Pariwisata DIY. Untuk harga tiket dan jam operasional masing-masing tempat wisata, sebaiknya cek kanal resmi pengelola sebelum berangkat.