Gempa NTT Putus Jalur Distribusi, Pertamina Patra Niaga Kirim Avut ke Labuan Bajo dari Bima Lewat Laut

Penulis: Uki Damayanti  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:12:32 WIB
Petugas memeriksa kesiapan mobil tanki pengangkut avtur di Integrated Terminal Bima sebelum dikirim melalui laut ke Labuan Bajo.

NUSA TENGGARA BARATGempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pertengahan Agustus lalu meninggalkan dampak yang lebih luas dari sekadar kerusakan fisik. Salah satunya adalah terputusnya jalur distribusi bahan bakar pesawat menuju Bandara Komodo Labuan Bajo, destinasi wisata super prioritas yang kini menjadi salah satu pusat logistik penanganan bencana.

Untuk memastikan roda konektivitas udara tidak berhenti, Pertamina Patra Niaga langsung mengaktifkan skema penyaluran darurat. Avtur kini dikirim dari Integrated Terminal Bima menggunakan mobil tanki khusus (bridger) yang diangkut melalui kapal laut menuju Labuan Bajo. Konsekuensinya, waktu tempuh pengiriman menjadi lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Dua Jalur Pasokan Terdampak Gempa

Gangguan ini terjadi bukan hanya pada jalur utama dari Fuel Terminal Reo. Jalur alternatif dari Fuel Terminal Ende pun ikut terdampak, sehingga membuat pasokan avtur ke Aviation Fuel Terminal Komodo Labuan Bajo sempat terhambat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa dalam situasi pascabencana seperti ini, konektivitas udara menjadi denyut nadi utama pergerakan bantuan. "Konektivitas udara sangat mendukung pergerakan bantuan, personel kemanusiaan, pencarian dan pertolongan, penanggulangan bencana, serta penerbangan komersial. Untuk itu, kami segera menyiapkan pola suplai alternatif agar layanan avtur di Labuan Bajo tetap berjalan selama jalur pasokan utama dalam proses pemulihan," jelasnya, Rabu (19/8/2026).

Sinergi dengan BNPB dan Basarnas

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar pesawat, Pertamina Patra Niaga tidak bergerak sendiri. Perusahaan memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas. Langkah ini penting untuk memetakan prioritas penerbangan, baik untuk evakuasi, pengiriman logistik, maupun operasi pencarian.

Di sisi lain, perusahaan juga mengoptimalkan pengisian avtur di bandara keberangkatan. Bandara-bandara alternatif seperti di Lombok, Kupang, dan Denpasar pun disiagakan untuk mendukung kebutuhan operasional penerbangan yang masuk ke Labuan Bajo.

"Sinergi dengan berbagai pihak terus kami perkuat selama masa pemulihan ini. Pengaturan kebutuhan avtur kami lakukan secara cermat dengan kondisi operasional penerbangan, termasuk mengoptimalkan pengisian dari bandara keberangkatan maupun bandara alternatif," tambah Kitty.

Pemantauan Stok Hingga Jalur Pulih

Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan stok avtur di Labuan Bajo serta bandara di sekitarnya terus dipantau secara ketat. Pengaturan distribusi akan dievaluasi secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Skema darurat ini akan dipertahankan hingga jalur distribusi utama menuju Bandara Komodo Labuan Bajo benar-benar pulih. Dengan begitu, kelancaran arus bantuan kemanusiaan dan aktivitas penerbangan komersial di kawasan timur Indonesia dapat terus berjalan tanpa hambatan berarti di tengah proses rehabilitasi pascagempa.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top