NUSA TENGGARA BARAT — Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pertengahan Agustus lalu meninggalkan dampak yang lebih luas dari sekadar kerusakan fisik. Salah satunya adalah terputusnya jalur distribusi bahan bakar pesawat menuju Bandara Komodo Labuan Bajo, destinasi wisata super prioritas yang kini menjadi salah satu pusat logistik penanganan bencana.
Untuk memastikan roda konektivitas udara tidak berhenti, Pertamina Patra Niaga langsung mengaktifkan skema penyaluran darurat. Avtur kini dikirim dari Integrated Terminal Bima menggunakan mobil tanki khusus (bridger) yang diangkut melalui kapal laut menuju Labuan Bajo. Konsekuensinya, waktu tempuh pengiriman menjadi lebih lama dibandingkan kondisi normal.
Gangguan ini terjadi bukan hanya pada jalur utama dari Fuel Terminal Reo. Jalur alternatif dari Fuel Terminal Ende pun ikut terdampak, sehingga membuat pasokan avtur ke Aviation Fuel Terminal Komodo Labuan Bajo sempat terhambat.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa dalam situasi pascabencana seperti ini, konektivitas udara menjadi denyut nadi utama pergerakan bantuan. "Konektivitas udara sangat mendukung pergerakan bantuan, personel kemanusiaan, pencarian dan pertolongan, penanggulangan bencana, serta penerbangan komersial. Untuk itu, kami segera menyiapkan pola suplai alternatif agar layanan avtur di Labuan Bajo tetap berjalan selama jalur pasokan utama dalam proses pemulihan," jelasnya, Rabu (19/8/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar pesawat, Pertamina Patra Niaga tidak bergerak sendiri. Perusahaan memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas. Langkah ini penting untuk memetakan prioritas penerbangan, baik untuk evakuasi, pengiriman logistik, maupun operasi pencarian.
Di sisi lain, perusahaan juga mengoptimalkan pengisian avtur di bandara keberangkatan. Bandara-bandara alternatif seperti di Lombok, Kupang, dan Denpasar pun disiagakan untuk mendukung kebutuhan operasional penerbangan yang masuk ke Labuan Bajo.
"Sinergi dengan berbagai pihak terus kami perkuat selama masa pemulihan ini. Pengaturan kebutuhan avtur kami lakukan secara cermat dengan kondisi operasional penerbangan, termasuk mengoptimalkan pengisian dari bandara keberangkatan maupun bandara alternatif," tambah Kitty.
Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan stok avtur di Labuan Bajo serta bandara di sekitarnya terus dipantau secara ketat. Pengaturan distribusi akan dievaluasi secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Skema darurat ini akan dipertahankan hingga jalur distribusi utama menuju Bandara Komodo Labuan Bajo benar-benar pulih. Dengan begitu, kelancaran arus bantuan kemanusiaan dan aktivitas penerbangan komersial di kawasan timur Indonesia dapat terus berjalan tanpa hambatan berarti di tengah proses rehabilitasi pascagempa.