BIMA — Bupati Bima Ady Mahyudi resmi melantik Drs. A. Zubair H. AR sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Bima periode 2026-2031, didampingi empat wakil ketua. Prosesi pengambilan sumpah berlangsung di hadapan Wakil Bupati Bima, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Susunan pimpinan yang dilantik terdiri dari H. Hamid, SH sebagai Wakil Ketua I; Ahmadin, SH., LLM sebagai Wakil Ketua II; Drs. H. Fahrir sebagai Wakil Ketua III; dan Wahidin, S.HI sebagai Wakil Ketua IV. Kelima nama ditetapkan lewat rapat pleno panitia seleksi yang tertuang dalam Berita Acara Nomor 012/Pansel-BAZNAS/X/2026.
Amanah Besar Pengelolaan Dana Umat
Ady Mahyudi menyebut pelantikan ini sebagai penyerahan tanggung jawab besar dari umat dan negara. Ia meminta pimpinan BAZNAS memastikan setiap rupiah zakat yang dihimpun dari masyarakat tersalurkan kepada penerima yang benar-benar berhak.
"Pelantikan ini merupakan penyerahan amanah yang besar dari umat dan negara. Di pundak Pimpinan BAZNAS terdapat tanggung jawab untuk memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dikelola dengan sebaik-baiknya dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak," tegas Bupati.
Bupati juga menekankan posisi BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Orientasi lembaga ini diminta bergeser dari sekadar bantuan sosial sementara menuju pemberdayaan yang membuat masyarakat bertahap mandiri.
Empat Sektor Jadi Prioritas Pemberdayaan
Pemerintah Kabupaten Bima mendorong BAZNAS menyasar empat bidang utama: pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan penanggulangan kemiskinan. Pendekatan zakat produktif dipilih agar penerima manfaat tidak bergantung pada bantuan berulang.
Ady Mahyudi menutup sambutannya dengan apresiasi kepada pimpinan BAZNAS periode sebelumnya atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama menjabat.
BAZNAS NTB Minta Tata Kelola Akuntabel
Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., meminta pimpinan yang baru dilantik menerapkan tata kelola zakat yang akuntabel dan objektif. Ia menyoroti pentingnya transformasi mustahik menjadi muzakki sebagai ukuran keberhasilan program.
Lalu Muhammad Iqbal juga mengajak BAZNAS Kabupaten Bima bersinergi intensif dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga mempercepat penanganan kemiskinan di wilayah tersebut.
Pelantikan dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bima, para camat se-Kabupaten Bima, jajaran pengurus BAZNAS Provinsi NTB, serta sejumlah tamu undangan. Kepengurusan baru mulai menjalankan tugasnya untuk masa bakti lima tahun ke depan.