Mercedes Jip Indonesia Royal Heritage: 150 Peserta Jelajahi Sejarah Kerajaan Jawa-Bali

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 20:31:01 WIB
Rombongan Mercedes Jip Indonesia memulai perjalanan Royal Heritage dari situs-situs bersejarah di Pulau Jawa menuju Bali.

NUSA TENGGARA BARAT — Komunitas pecinta mobil bongsor Eropa ini memulai perjalanan dari situs-situs bersejarah di Pulau Jawa. Rombongan menyambangi Keraton Cirebon, Keraton Yogyakarta, Keraton Mangkunegaran Surakarta, hingga Trowulan di Mojokerto yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Majapahit.

Ketua Turing MJI, Ngurah Firnanda, menegaskan bahwa agenda ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar touring biasa.

"Royal Heritage mengingatkan kami bahwa turing bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasi, namun lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantangan yang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima detikOto.

Jalur Off-Road Banyuwangi dan Bakti Sosial di Bondowoso

Setelah puas menelusuri peninggalan kerajaan di Jawa Tengah dan Timur, rombongan bergerak menuju Bondowoso, yang dijuluki Bumi Ki Ronggo. Di sini, para peserta diajak melakukan light off road di sekitar Kawah Wurung. Kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial di area Taman Galuh sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat setempat.

Perjalanan berlanjut ke Banyuwangi dengan singgah di De Djawatan, Benculuk. Kawasan dengan pepohonan trembesi raksasa ini menyuguhkan suasana sejuk dan rindang yang kontras dengan medan berikutnya.

Di selatan Banyuwangi, peserta diuji dengan lintasan cross country. Jalur aspal berganti menjadi tanah berbatu, tanjakan terjal, dan turunan tajam. Medan alami ini menjadi ajang pembuktian kemampuan kendaraan sekaligus menguatkan solidaritas antar peserta.

Jejak Kerajaan Klungkung hingga Malam Penutup di Kuta

Memasuki Bali, rombongan disambut latar sejarah dan budaya yang berbeda. Salah satu destinasi utama adalah kawasan Black Lava Gunung Batur. Pemandangan lahar hitam yang membeku menjadi saksi bisu aktivitas vulkanik di pulau tersebut.

Perjalanan kemudian membawa peserta ke Ubud. Kota seni ini menunjukkan bahwa warisan budaya bukan sekadar artefak masa lalu, melainkan tradisi hidup yang diwariskan secara turun-temurun. Arsitektur, seni, dan cara hidup masyarakat setempat menjadi pelengkap pengalaman di kota tersebut.

Di Klungkung, peserta mengeksplorasi Kerta Gosa, peninggalan Kerajaan Klungkung. Bangunan ini menyimpan nilai arsitektur tinggi dan cerita tentang sistem pemerintahan serta peradilan pada masa Puputan Klungkung 1908, sebuah peristiwa penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Bali.

Setelah sembilan hari menjelajah, Royal Heritage ditutup dengan Malam Katana di Kuta. Destinasi ini menjadi akhir yang pas untuk perjalanan panjang yang telah dirangkai menjadi satu cerita utuh, mulai dari sejarah Banyuwangi, kehidupan pesisir Pelabuhan Muncar, hingga jejak kerajaan dan budaya Bali.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top