Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat membentuk satuan tugas penanganan pemulihan dan penataan Desa Adat Sade di Desa Rambitan, Kabupaten Lombok Tengah, pascakebakaran yang melanda kawasan wisata adat tersebut pada Sabtu (22/8) malam. Sebanyak 120 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa terdampak, dengan 75 rumah adat dan satu bangunan masjid rusak.
MATARAM — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memimpin langsung rapat pimpinan di Kantor Gubernur NTB, Senin, untuk memutuskan langkah penanganan pascakebakaran Desa Adat Sade. Asisten II Setda Pemprov NTB ditunjuk sebagai ketua satgas yang bertugas mempercepat pemulihan dan koordinasi rehabilitasi kawasan wisata adat tersebut.
"Sudah diputuskan satgas ini nanti dipimpin Asisten II Setda Pemprov NTB," kata Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin kepada wartawan usai mengikuti rapat.
Tugas utama satgas disebutkan Sadimin adalah mempercepat pemulihan, mengoordinasikan rencana rehabilitasi, serta membagi peran antarinstansi terkait. Pembentukan satgas ini merupakan arahan langsung Gubernur NTB dalam rapat yang dihadiri Wakil Gubernur NTB tersebut.
Berdasarkan data BPBD NTB, kebakaran yang terjadi Sabtu malam itu menghanguskan 75 rumah adat dan satu bangunan masjid. Kerusakan juga meliputi bangunan tradisional berupa 8 lumbung alang-alang, 69 arsop, 4 berugak besar, 6 berugak sekepat, serta 1 bale belik.
Fasilitas umum dan wisata yang rusak mencakup satu fasilitas kawasan wisata dan satu gerbang adat. Sementara nilai kerugian masih dalam proses perhitungan oleh BPBD NTB, meski Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyebut angkanya mencapai Rp34 miliar.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kebutuhan dasar warga dan pendidikan anak-anak Sade yang terkena musibah dijamin oleh pemerintah daerah. Ia meminta penanganan warga tidak berhenti pada penyediaan tempat pengungsian.
"Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan," tegas Iqbal.
"Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dalam keadaan selamat," ujarnya menambahkan.
Sadimin menjelaskan bahwa seluruh bantuan untuk warga terdampak ditangani langsung di lokasi oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. BPBD NTB telah menyalurkan bantuan berupa tenda, terpal, dan perlengkapan lainnya.
"Kalau berapa kami tidak monitor karena ditangani di Lombok Tengah. Kalau dari BPBD NTB ada tenda, terpal, dan lain-lain," katanya.
Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang dikenal dengan rumah tradisional suku Sasak dan kearifan lokalnya di Lombok Tengah. Peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat kawasan tersebut merupakan ikon wisata budaya yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.