SUMBAWA BESAR — Dari sekitar 10 warga yang datang menyampaikan komplain terkait bansos, enam orang di antaranya tercatat memiliki indikasi kuat terlibat aktivitas judi online. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Drs. Iwan Sofian, Selasa (25/8/2026).
"Lagi mendapatkan bansos, BPJS, setelah kita cek di DTSEN, memang banyak yang terindikasi judol. Jadi waktu kita buka dan cek DTSEN, dia terindikasi judol," ujar Iwan kepada NTBSatu.
Dinsos Sumbawa saat ini memegang data eksklusi yang jumlahnya mencapai lebih dari 43 ribu data. Namun, pihaknya masih melakukan verifikasi untuk memastikan berapa banyak dari jumlah tersebut yang masuk dalam indikator aktivitas judi online.
"Kalau jumlahnya, data eksklusi kita sampai sekarang 43 ribuan lebih. Untuk data pastinya nanti saya coba konfirmasi lagi," kata Iwan.
Iwan menegaskan bahwa indikator judi online hanyalah salah satu variabel dalam proses pemeriksaan data. Dinsos tidak serta-merta menjadikan temuan ini sebagai dasar tunggal untuk menilai kelayakan seseorang menerima bantuan.
"Tidak saja dari judol ya, itu salah satu saja, salah satu indikatornya," jelasnya.
Dalam unggahan resminya, Dinsos menjelaskan bahwa mekanisme pendeteksian memanfaatkan data hasil pemantauan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sistem yang terintegrasi dengan DTSEN ini mampu mencocokkan data transaksi mencurigakan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta nomor rekening penerima manfaat.
Lebih lanjut, Dinsos menyebut bahwa pemeriksaan tidak hanya menyasar individu. Dalam satu Kartu Keluarga (KK), jika salah satu anggota terindikasi melakukan transaksi judi online, hal tersebut dapat memengaruhi status penerimaan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Saat ini, Dinsos Sumbawa masih menunggu dan mencermati data by name by address (BNBA) yang dikeluarkan oleh sistem DTSEN. Pihaknya perlu melakukan pencocokan ulang antara data sistem dengan kondisi riil di lapangan agar proses pemutakhiran data penerima bansos berjalan lebih akurat dan tepat sasaran.
"BNBA itu by name by address. Yang mengeluarkan ini aplikasi DTSEN dan dia terhubung dengan pemerintahan lembaga lain. Jadi data pastinya nanti saya cek dulu berapa yang sudah dikeluarkan untuk Kabupaten Sumbawa," pungkas Iwan.