Pencarian

PLN UIP Nusra Salurkan 5 Mesin Kapal Listrik untuk Nelayan Sambelia, Tekan Biaya Melaut Hingga BBM

Selasa, 25 Agustus 2026 • 09:02:31 WIB
PLN UIP Nusra Salurkan 5 Mesin Kapal Listrik untuk Nelayan Sambelia, Tekan Biaya Melaut Hingga BBM

MATARAM — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) resmi menyerahkan bantuan mesin kapal berbasis listrik kepada dua kelompok nelayan di Desa Labuan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (20/8). Paket bantuan tersebut mencakup lima unit mesin listrik beserta baterai, ditambah jaket keselamatan dan pelampung.

Program bertajuk Empower Island Transport Electrifying Marine Transport for Clean Ocean Safe Crossing & Sustainable Island Mobility Program ini merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas persoalan klasik yang dihadapi nelayan setempat: biaya melaut yang membengkak karena ketergantungan pada BBM.

Biaya BBM Jadi Beban Terbesar Nelayan Sambelia

Selama ini, nelayan di Desa Labuan Pandan harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bensin. Lokasi pengisian BBM yang relatif jauh dari pesisir dan harga yang terus meningkat membuat pengeluaran operasional melaut menjadi tidak efisien.

Faisal, salah seorang nelayan penerima manfaat, mengaku kerap kesulitan saat tidak memiliki uang tunai untuk membeli bensin. Kondisi itu kerap memaksanya berutang demi bisa melaut.

“Senang dengan adanya bantuan ini karena bisa mengurangi pengeluaran. Kalau sedang tidak punya uang untuk beli bensin, kadang kami harus meminjam. Dengan mesin ini, mudah-mudahan biaya melaut bisa lebih ringan,” ujar Faisal.

Mesin Listrik Dinilai Lebih Aman Saat Melaut

Selain menekan biaya, peralihan ke motor listrik diharapkan mampu meningkatkan faktor keamanan. Faisal menceritakan pengalaman pahit para nelayan ketika mesin kapal mati di tengah laut. Mereka kerap harus menunggu pertolongan dari nelayan lain yang kebetulan melintas.

“Kalau mesin mati di tengah laut, kami biasanya menunggu ada nelayan lain yang lewat untuk membantu,” katanya.

Dengan teknologi listrik, risiko kegagalan mesin akibat masalah pasokan BBM diharapkan bisa diminimalkan. PLN juga membekali nelayan dengan jaket keselamatan dan pelampung untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat di laut.

Dukung Transisi Energi Bersih di Sektor Kelautan

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menjelaskan bahwa program Electrifying Marine merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih di sektor kelautan. Penggunaan motor listrik dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan potensi emisi dan risiko pencemaran di wilayah pesisir.

“PLN berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi dan energi bersih kepada masyarakat pesisir,” ujar Manurung.

Program ini sejalan dengan kontribusi PLN terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDGs 14 tentang ekosistem laut.

Ke depan, kolaborasi antara PLN, masyarakat nelayan, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkuat ekosistem perikanan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks