ChatGPT Mil dan Grok for Government Resmi Jadi AI Militer untuk 3 Juta Personel AS

Penulis: Valdi Pratama  •  Rabu, 02 September 2026 | 19:50:01 WIB
Pentagon resmi mengintegrasikan ChatGPT Mil dan Grok for Government ke portal GenAI.mil untuk digunakan oleh tiga juta personel.

NUSA TENGGARA BARAT — Keputusan ini membuat Pentagon menjadi salah satu lembaga pemerintah paling agresif dalam mengadopsi kecerdasan buatan. Total personel sipil dan militer yang tercatat mencapai tiga juta orang, dan separuhnya telah memiliki akses sejak awal peluncuran portal GenAI.mil tahun lalu.

Portal yang sama sebelumnya hanya menyediakan layanan Google Gemini. Model itu dilengkapi isolasi khusus yang mencegah kebocoran data pertahanan ke sistem publik.

Akses Internal dan Fungsi Model AI

ChatGPT Mil dirancang meniru antarmuka ChatGPT publik yang familier, namun berjalan dalam ekosistem tertutup milik militer. Personel bisa menggunakannya untuk mengelola dokumen administratif, keperluan logistik, perencanaan, hingga penyusunan kebijakan.

Grok for Government mengandalkan jaringan satelit Starshield AI yang merupakan turunan dari sistem Starlink milik SpaceX. Model ini disiapkan untuk kebutuhan yang lebih presisi, seperti analisis riset pasar di unit pengadaan serta manajemen rantai pasok di sektor logistik.

Departemen Pertahanan menyatakan integrasi Starshield AI akan memberi produktivitas langsung bagi prajurit dalam hal kesinambungan pengetahuan dan kolaborasi yang lebih aman pada konteks operasional.

Alasan Anthropic Ditinggalkan

Pentagon sebelumnya sempat menggandeng Anthropic untuk menghadirkan model Claude ke portal GenAI.mil. Negosiasi berjalan alot karena Anthropic bersikukuh mempertahankan batasan keselamatan dan menolak memberi akses tanpa batas kepada militer.

Perbedaan prinsip ini berujung pada keluarnya Anthropic dari daftar vendor. Pentagon kemudian mengarahkan kerja sama ke OpenAI dan xAI, menandai pergeseran strategi dalam pemilihan mitra teknologi pertahanan.

Kolaborasi Lebih Luas dengan Industri Teknologi

Langkah ini bukan yang pertama bagi Pentagon. Departemen juga telah menjalin kesepakatan terpisah dengan Amazon Web Services, Microsoft, Nvidia, dan Reflection AI untuk memperkuat kapabilitas AI internal.

Relasi dengan beberapa nama besar Silicon Valley itu menegaskan bahwa kebutuhan pertahanan bukan lagi sekadar perangkat keras, melainkan platform komputasi dan model bahasa skala besar yang bisa beroperasi dalam lingkungan data yang sangat dijaga ketat.

Dengan hadirnya dua model baru tersebut, GenAI.mil kini mengakomodasi tiga penyedia AI generatif sekaligus. Google Gemini masih beroperasi, ditambah ChatGPT Mil dan Grok for Government yang menawarkan spektrum kemampuan berbeda.

Belum ada keterangan resmi soal tahap pengembangan fitur lanjutan untuk masing-masing model. Pentagon hanya menyampaikan bahwa kapabilitas tambahan akan disusulkan seiring berjalannya waktu.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top