Pencarian

Hasil Pengerjaan Paving Block di Gerantung Praya Tengah Dinilai Tak Layak, Warga Desak DPRD NTB Lakukan Inspeksi ke Lokasi

Rabu, 02 September 2026 • 22:46:31 WIB
Hasil Pengerjaan Paving Block di Gerantung Praya Tengah Dinilai Tak Layak, Warga Desak DPRD NTB Lakukan Inspeksi ke Lokasi
Warga Lingkungan Guntur Karang Bejelo, Kelurahan Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, meminta pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap pengerjaan paving block yang dinilai belum layak.

LOMBOK TENGAH — Jalan paving block yang dibangun di Lingkungan Guntur Karang Bejelo, Kelurahan Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, memicu keluhan warga. Pembangunan infrastruktur yang memakai anggaran negara itu dinilai belum layak untuk dipakai dalam jangka panjang, sehingga warga meminta ada pemeriksaan teknis menyeluruh.

Kekhawatiran utama warga adalah hasil pekerjaan yang mengejar target selesai, tetapi mengabaikan mutu. Jika dibiarkan, kerusakan akan cepat muncul dan justru merugikan masyarakat yang membutuhkan akses jalan layak.

Gerantung sendiri merupakan wilayah administratif yang berada di bawah Kecamatan Praya Tengah. Jalan lingkungan di sana menjadi penopang aktivitas warga dari akses kendaraan hingga kegiatan ekonomi harian.

Lima Aspek Pekerjaan yang Diminta Dicek Warga

Warga tidak ingin penilaian hanya berhenti pada tampilan fisik jalan. Mereka meminta instansi teknis memeriksa secara detail sejumlah komponen berikut:

  • Kondisi permukaan paving block yang terpasang di lapangan
  • Tingkat kerataan dan kepadatan permukaan jalan
  • Metode pemasangan antar-paving block
  • Material atau bahan yang digunakan dalam pengerjaan
  • Kondisi dasar jalan sebelum lapisan paving dipasang

Pemeriksaan itu dinilai penting untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi yang direncanakan. Hasilnya juga menjadi dasar untuk menentukan perlu tidaknya perbaikan tambahan.

DPRD NTB Diminta Jalankan Fungsi Pengawasan, Bukan Sekadar Menerima Aspirasi

Warga menilai aspirasi yang disampaikan tidak boleh berhenti di meja sekretariat dewan. Anggota DPRD Provinsi NTB yang menindaklanjuti usulan itu diharapkan meninjau langsung kondisi faktual di Lingkungan Guntur Karang Bejelo.

Setelah pengecekan lapangan, dewan diminta berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk memastikan ada tindak lanjut yang jelas. Langkah ini sekaligus menjadi wujud fungsi pengawasan terhadap pembangunan yang dibiayai uang rakyat.

"Kami hanya ingin jalan yang dibangun benar-benar layak dan bisa digunakan masyarakat dalam jangka panjang. Kalau memang ada kekurangan, kami berharap segera diperbaiki," ujar salah seorang warga.

Warga: Persoalan Ini Bukan Soal Mencari Siapa yang Salah

Permintaan perbaikan kualitas ini datang tanpa niat menyudutkan pihak tertentu. Warga justru meminta pemerintah dan DPRD tidak saling melempar kewenangan ketika ditemukan persoalan di lapangan.

"Yang kami harapkan bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana jalan ini bisa diperbaiki sehingga benar-benar layak digunakan masyarakat," ungkap warga setempat.

Masyarakat Guntur Karang Bejelo juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada kualitas dan keawetan, bukan sekadar angka penyelesaian proyek. Jalanan yang rusak justru akan memunculkan biaya perbaikan lebih besar di kemudian hari.

Hingga Kini Warga Menunggu Tindak Lanjut

Belum ada jadwal pasti kapan DPRD Provinsi NTB akan melakukan peninjauan. Warga berharap usulan itu segera ditindaklanjuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pekerjaan, serta perbaikan sesuai ketentuan jika ditemukan kekurangan berdasarkan pemeriksaan teknis.

Suara warga di tingkat lingkungan ini menjadi ujian apakah pembangunan daerah benar-benar menyentuh kebutuhan warga atau sekadar memenuhi prosedur. Warga berharap aspirasi mereka mendapat tempat, dan kualitas pekerjaan lapangan menjadi prioritas utama.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: corongrakyat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks