NUSA TENGGARA BARAT — Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mengumumkan penutupan pendakian setelah menerima arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Keputusan itu diambil usai rapat koordinasi karhutla di Palembang pada Senin (31/8).
"Untuk pendakian di kawasan TNKS terhitung tanggal 1 September 2026 akan dilakukan penutupan. Baik untuk booking online maupun manual. Penutupan sementara ya," kata Kepala Bidang Pengelolaan TN Wilayah I Jambi BBTNKS, M. Zainuddin.
Penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian di bawah pengelolaan TNKS. Berikut gunung-gunung yang tidak menerima pendaki mulai 1 September:
Pendaki yang sudah memiliki rencana pendakian disarankan membatalkan atau menunda jadwal. BBTNKS belum memastikan kapan jalur dibuka kembali.
Data periode 1 Januari–29 Agustus 2026 mencatat luas karhutla di Jambi mencapai 1.776,56 hektare. Sarolangun menjadi kabupaten dengan area terbakar terluas, 473,64 hektare. Disusul Batang Hari (374,50 ha), Muaro Jambi (325 ha), dan Tanjung Jabung Barat (292,30 ha).
Pemantauan satelit Terra-Aqua SNPP dan NOAA 20 dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen mendeteksi 5.102 hotspot di Jambi selama Januari–Agustus. Lonjakan terbesar terjadi pada Agustus, mencapai 3.156 hotspot dalam satu bulan.
Operasi penanganan karhutla telah berjalan sejak Juli dan direncanakan berlangsung hingga September 2026, total 90 hari. "Operasi penanganan direncanakan berlangsung selama 90 hari pada Juli hingga September 2026," ujar Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin.
Penutupan ini bersifat sementara. Jika ingin mendaki Gunung Kerinci atau Masurai, pantau informasi terbaru dari akun resmi BBTNKS sebelum menyusun jadwal.