LOMBOK TENGAH — Gangguan penerbangan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut menjadi peringatan dini bagi NTB. Ali Muhtasom menegaskan Lombok tidak harus terkena bencana langsung untuk merasakan dampak pariwisata, karena destinasi bisa tetap aman tetapi akses gateway utama yang terganggu tetap menghambat kedatangan wisatawan.
Menurut Ali, sektor pariwisata Lombok sangat bergantung pada konektivitas udara. Gangguan penerbangan berpotensi menghambat aktivitas hotel, transportasi darat, agen perjalanan, restoran, hingga UMKM lokal.
“Bagi NTB, kejadian ini harus menjadi peringatan dini karena MotoGP akan meningkatkan mobilitas wisatawan dalam waktu yang hampir bersamaan,” ujarnya di Lombok Tengah, Senin.
Ali mengusulkan pemerintah menguji lima aspek ketahanan pariwisata sebelum ajang balap motor bergengsi itu digelar. Kelima aspek tersebut mencakup konektivitas, bisnis, pengunjung, informasi, dan destinasi.
“Lombok tidak harus terkena bencana untuk merasakan dampak pariwisata. Destinasi bisa aman dan bandara tetap beroperasi, tetapi ketika gangguan terjadi di salah satu gateway utama, kondisi itu dapat menghambat akses wisatawan menuju Lombok,” kata Ali.
Ia mendorong pemerintah menggelar simulasi gangguan selama 24, 48, dan 72 jam menjelang MotoGP. Simulasi tersebut dinilai mampu menguji kemampuan pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga pelayanan serta memastikan kelangsungan ajang internasional tersebut.
Selain simulasi, Ali mengusulkan pembentukan Pusat Komando Ketahanan Wisata selama periode MotoGP. Pusat kendali ini dapat mengintegrasikan informasi cuaca dan vulkanik, status penerbangan, kapasitas kursi pesawat, pergerakan penumpang, ketersediaan kamar hotel, hingga kebutuhan bantuan wisatawan.
“Selain itu, kita perlu mendorong wisatawan datang lebih awal agar arus kedatangan tidak menumpuk pada H-1 MotoGP,” kata Ali.
Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan di bandara dan mencegah risiko keterlambatan bagi penonton yang telah membeli tiket. Persiapan matang di sektor kebencanaan dan logistik menjadi kunci kelancaran salah satu event olahraga terbesar di Indonesia tahun depan.