Google Flow Rilis di App Store iPhone, Bawa Studio AI Veo 3.1 ke Ponsel

Penulis: Wendra Kusuma  •  Jumat, 11 September 2026 | 19:31:01 WIB
Aplikasi Google Flow resmi tersedia di App Store untuk pengguna iPhone.

NUSA TENGGARA BARAT — Ada dua andalan untuk versi mobile. Pertama, unggah langsung dari galeri dan kamera secara real-time. Kedua, sinkronisasi proyek antara iPhone dan desktop.

Apa yang Berubah dengan Aplikasi iOS Google Flow

Sampai kemarin, di iPhone, Google Flow dipakai lewat browser dengan membuka flow.google di Safari, atau lewat beta TestFlight berkuota terbatas. Sekarang ada aplikasi sungguhan, dengan tiga hal yang sulit dilakukan web mobile.

Andalan pertama, impor dari konten sudah ada di ponsel. Kamu bisa mulai dari jepretan di galeri atau rekaman dadakan dari kamera, lalu jadikan itu sebagai dasar supaya model menghasilkan gambar atau video. Di versi desktop, langkah ini butuh unggah file secara manual; di ponsel, foto pas sudah ada di saku. Inilah alasan Flow dibawa ke iOS.

Kedua, sinkronisasi antar-perangkat. Akun, proyek, dan konten yang dihasilkan tetap selaras antara aplikasi dan versi web di flow.google, dalam satu pustaka yang sama. Mulai video di sofa lewat ponsel, lanjutkan penyempurnaannya di komputer, tanpa perlu ekspor dan impor ulang apa pun.

Ketiga, soal waktu tunggu. Proses generate berat berjalan di background dan aplikasi mengirim notifikasi begitu render selesai, jadi kamu tidak perlu menunggu dengan layar menyala. File jadi bisa diunduh dan dibagikan seperti video lain di galeri.

Dari Beta TestFlight ke Rilis Publik

Jalan menuju titik ini memang panjang. Di Google I/O 19 Mei 2026, Big G memang sudah memperkenalkan aplikasi mobile Flow, dengan Android sudah beta dan iOS masih berlabel "coming soon" seperti biasa. Kata "segera" itu, di akhir Juli, berubah jadi beta TestFlight yang kuotanya langsung penuh, pintu yang cuma terbuka sedikit, bukan rilis sungguhan. Sejak itu, absennya Flow di App Store jadi ganjalan nyata bagi siapa pun yang ingin memakainya di iPhone.

Pada 10 September, pintu itu akhirnya terbuka lebar. Aplikasi ini ada di App Store untuk semua orang, tanpa undangan atau daftar tunggu. Ini mendampingi versi Android sudah lebih dulu ada di Google Play. Satu detail penting: ini aplikasi Flow untuk gambar dan video, jangan sampai tertukar dengan Google Flow Music, aplikasi kembar khusus musik yang sudah ada di iOS sejak Mei, lalu mendapat model Lyria 3.5 di akhir Juli.

Apa Saja yang Bisa Dibuat dengan Flow di iPhone

Di balik aplikasi ini berjalan model video andalan Google. Mesin utamanya, Veo 3.1 untuk generate video, didampingi Gemini Omni, dengan tiga mode kerja: teks ke video, frame ke video (kasih satu gambar awal dan satu gambar akhir, model mengisi gerakannya), dan mode "ingredients", alias kombinasi beberapa subjek dalam satu adegan. Untuk gambar, berlaku generator sama seperti versi web.

Kalau mau tahu cara menulis prompt yang benar-benar berhasil, panduan prompting video kami dengan lima tips resmi dari Google ini bisa membantu: aturannya tidak berubah antara desktop dan ponsel, yang berubah cuma layar tempat kamu bekerja. Dan untuk melihat sejauh mana generative video AI melangkah dalam tiga tahun, perbandingannya ada di uji evolusi kami dari 2023 sampai 2026.

Persyaratan Teknis Aplikasi

Angka pastinya, dari halaman App Store: ukuran 127,2 MB, iOS 16.0 atau versi lebih baru, kategori Grafis dan Desain, pengembang Google LLC. Antarmukanya tersedia dalam bahasa Inggris plus 75 bahasa lain. Rating usianya, 18+, sesuai dengan alat yang menghasilkan gambar dan video dari input bebas.

Berapa Harga Google Flow

Aplikasinya gratis diunduh, tapi generate video menghabiskan kredit Flow, yang jumlahnya tergantung paket Google AI. Paket gratis memberi 50 kredit per hari, cukup untuk coba-coba, bukan untuk kerja serius. Di atasnya ada langganan berbayar.

Biar kebayang apa yang bisa dibeli dengan kredit itu: 1.000 kredit Flow cukup untuk sekitar 100 video.

Makna di Balik Langkah Ini

Kehadiran Flow di App Store menandai pergeseran strategi Google dalam menyasar kreator mobile. Selama ini, alat generative video AI mayoritas beroperasi di desktop atau web, dengan keterbatasan akses dari ponsel. Dengan membawa Veo 3.1 langsung ke iPhone, Google membuka pintu bagi kreator konten, pelaku UMKM, dan pekerja kreatif Indonesia yang mengandalkan ponsel sebagai perangkat utama.

Bagi ekosistem startup digital Indonesia, langkah ini memperkuat tren tools AI mobile-first yang bisa dimanfaatkan untuk produksi konten pemasaran, material promosi, hingga konten media sosial. Persaingan di segmen ini akan semakin ketat dengan pemain global lain yang juga menggarap pasar kreator mobile.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: pasqualepillitteri.it This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top