52 Wartawan NTB Dinyatakan Kompeten di UKW PWI, Dua Peserta Belum Lulus

Penulis: Valdi Pratama  •  Minggu, 13 September 2026 | 09:31:31 WIB
Penutupan OKK dan UKW PWI NTB oleh Sekda NTB, Abul Chair, di Mataram.

MATARAM — Pelaksanaan OKK dan UKW yang digelar PWI NTB berlangsung sejak Kamis 10 September hingga Sabtu 12 September 2026. Penutupan dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, didampingi pengurus PWI Pusat, tim penguji, dan Direktur Bank NTB Syariah.

Koordinator Tim Penguji UKW, Joko Tetuko, melaporkan bahwa UKW NTB masuk angkatan ke-864 secara nasional. Penilaian dibagi ke dalam tiga kelas jenjang Muda, empat kelas jenjang Madya, dan dua kelas jenjang Utama, masing-masing berisi maksimal enam orang.

Bertambahnya Wartawan Kompeten di PWI Pusat

Dari total 54 peserta yang mengikuti proses di tiga jenjang, dua orang dinyatakan belum kompeten. Data PWI Pusat mencatat 20.910 wartawan sudah kompeten sebelum pelaksanaan UKW di NTB.

"UKW Provinsi NTB ini secara nasional masuk angkatan ke-864. Dari setiap kelas yang diikuti oleh total 54 orang peserta setelah mengikuti proses baik jenjang Muda, Madya dan Utama, dua dinyatakan belum kompeten dan 52 orang dinyatakan kompeten," ungkap Joko saat menyampaikan laporannya.

Dengan tambahan 52 orang, jumlah anggota PWI yang dinyatakan kompeten secara nasional menjadi 20.962 wartawan. Joko berharap UKW terus menambah jumlah wartawan profesional.

13 Materi OKK untuk Wartawan Muda

PWI Pusat mewajibkan wartawan muda mengikuti OKK dan bagi yang belum memiliki Karya Latihan Wartawan. Ada 13 materi yang disampaikan, mulai dari UU Pers, AD/ART PWI, Kode Etik PWI dan Kode Etik Dewan Pers, Kode Etik Wartawan, Kemerdekaan Pers, Azas Praduga Tidak Bersalah, Pedoman Berita Ramah Anak, Pedoman Media Cyber, hingga gambaran UKW dari berbagai jenjang.

"Sehingga anggota PWI yang ikut OKK semestinya sudah memahami proses UKW dan kedepannya bisa menjadi kekuatan maka profesionalisme anggota PWI dapat dipertanggungjawabkan," tegas Joko.

PWI Pusat juga mengapresiasi PWI NTB yang telah melaksanakan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (POWARDA). Diharapkan NTB bisa meraih prestasi sebagai Juara Umum pada POWARNAS di Lampung.

Antusiasme Peserta Melebihi Rencana Awal

Sekretaris PWI NTB, Fahrul Mustofa, menyebut OKK dan UKW ini merupakan kegiatan perdana selama hampir setahun kepengurusan PWI NTB. Ia mewakili Ketua PWI NTB yang sedang bertugas ke Beijing, Tiongkok.

"Meski banyak badai dan lika-liku, Alhamdulillah dengan kekompakan dan kebersamaan semua bisa dilalui dan kegiatan OKK serta UKW ini bisa digelar," ujar pria yang akrab disapa Arul ini.

Awalnya hanya dua kelas yang direncanakan dibuka. Peserta yang mendaftar ternyata membludak. OKK diikuti 150 orang, sementara UKW diikuti 54 wartawan.

"Pelaksanaan OKK diikuti oleh 150 orang peserta. Begitu pun pelaksanaan UKW nya diikuti sebanyak 54 orang wartawan. Antusiasme wartawan untuk mengikuti kegiatan ini begitu tinggi dan ini bersifat wajib ketika wartawan ingin mengikuti kegiatan PWI seperti PORWANAS di Lampung wajib memiliki sertifikat OKK," tegasnya.

Dukungan Pemprov NTB dan Persiapan POWARNAS 2027

Fahrul menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov NTB, termasuk penyediaan kantor PWI yang sebelumnya tidak ada. Gubernur disebut memperkenalkan sosok Sekda NTB kepada pengurus PWI.

"Alhamdulillah, baru dua hari paska kita dilantik, Pemprov membantu menyediakan kantor PWI dari yang selama ini tidak ada. Alhamdulillah Pemprov membantu menyiapkan kantor PWI dan pak Gubernur memperkenalkan kepada kita semua sosok Sekda NTB," ungkapnya.

PWI NTB berharap dukungan Pemprov berlanjut, terutama menjelang POWARNAS di Lampung pada 2027. Sejumlah atlet wartawan NTB disebut banyak yang lolos, dan Fahrul meminta bantuan Sekda untuk mendukung persiapan tersebut.

"Semua cabor yang diikuti oleh atlet wartawan NTB banyak yang lolos jadi mohon pak Sekda bisa membantu PWI NTB di acara PORWANAS Lampung 2027," imbuhnya.

PWI NTB juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov, PWI Pusat, tim penguji, Bank NTB Syariah, para sponsor, dan semua pihak yang membantu kelancaran OKK dan UKW.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: gardaasakota.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top