LOMBOK TIMUR — Sembalun bukan sekadar lintasan lomba bagi Nike. Kawasan di kaki Gunung Rinjani itu kembali memberi pengalaman berlari yang memadukan jalur trail, perbukitan, persawahan, dan sapaan warga di sepanjang rute.
Perempuan asal Belanda tersebut menempuh SMMF untuk kedua kalinya. Tahun lalu, Nike terlibat dalam ajang yang sama sebagai ambassador. Kini ia memilih turun langsung ke lintasan dan menikmati Sembalun dengan cara berbeda — bukan sekadar mengejar jarak tempuh.
"Sangat indah, rutenya bagus. Ada bukit, panorama yang indah, sedikit aspal, dan banyak rute trail. Kita juga bisa melihat Gunung Rinjani," ujar Nike, Sabtu sore, 19 September 2026.
Karakter lintasan menjadi salah satu pertimbangan Nike menikmati ajang tersebut. Jalur lomba menghadirkan variasi medan, mulai dari trail, bagian yang sedikit teknis, jalan aspal, perbukitan, hingga kawasan persawahan.
Suasana saat melintasi permukiman warga juga meninggalkan kesan tersendiri. Beberapa warga menyapa Nike dari depan rumah dan memberi semangat saat ia melintas.
"Orang-orang di Sembalun sangat ramah, menyambut baik, dan baik hati. Warga lokal bahkan menyapa dan memberikan motivasi dari rumah mereka saat kita berlari," katanya.
Pengalaman itu membuat Nike memandang SMMF bukan sekadar perlombaan. Suasana lokal, menurutnya, menjadi bagian penting dari pengalaman selama berada di Sembalun.
Nike menilai penyelenggaraan SMMF mampu memberi pengalaman berlari yang nyaman, meski masih tergolong event baru dengan skala yang tidak terlalu besar.
Ia menyoroti kesiapan panitia dalam memenuhi kebutuhan peserta. Menurutnya, organisasi acara berjalan baik, termasuk penyediaan aid station, dukungan, dan penandaan jalur.
"Acara ini bagus sekali. Meskipun masih baru dan skalanya kecil, organisasinya bagus. Aid station, support, dan marking jalurnya juga bagus," ujarnya.
Jumlah peserta yang tidak terlalu padat membuat Nike lebih leluasa menikmati jalur. Kondisi itu, menurutnya, membuat pelari tidak mengalami antrean panjang atau kepadatan di lintasan trail.
"Pesertanya tidak terlalu banyak sehingga tidak ada kemacetan di jalur trail. Saya pikir bagus untuk pengalaman berlari," tuturnya.
SMMF tahun kedua menarik sekitar 700 peserta dari 18 negara. Ketua panitia, Hamka Abdul Malik, mengatakan peserta berasal dari 17 negara di luar Indonesia.
Panitia menyediakan tiga kategori utama, yakni Full Marathon 42 kilometer, Half Marathon 21 kilometer, dan Fun Run 7 kilometer. Selain itu, ada Porter Challenge dan Kids Run untuk memperluas keterlibatan masyarakat lokal.
Nike menilai pilihan kategori tersebut membuat SMMF dapat diikuti pelari dengan tingkat pengalaman berbeda. Pelari pemula dapat mencoba kategori 7 kilometer, sedangkan pelari berpengalaman dapat memilih jarak marathon.
"Saya pikir semua orang perlu mencoba lari di Sembalun Mountain Marathon. Ada berbagai pilihan kategori, seperti 7 kilometer untuk pemula hingga marathon bagi yang sudah berpengalaman," pungkas Nike.
Dua kali mengikuti SMMF membuat Nike semakin mengenal Sembalun bukan hanya sebagai lintasan lomba. Gunung, jalur trail, persawahan, dan sapaan warga menjadi satu pengalaman yang membuat ajang lari tersebut terasa berbeda.