Pencarian

Belanjakan dan Temerodok Khas Lombok Timur Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026

Kamis, 10 September 2026 • 07:01:31 WIB
Belanjakan dan Temerodok Khas Lombok Timur Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026
Belanjakan dan Temerodok asal Lombok Timur resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026.

LOMBOK TIMUR — Dua warisan budaya khas Suku Sasak di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, resmi diakui pemerintah pusat. Seni bela diri Belanjakan dan kue kering tradisional Temerodok yang berasal dari Kecamatan Sakra masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2026.

Kepala Bidang Kebudayaan Lombok Timur, Abdul Hayyi, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu sertifikat nasional untuk kedua penetapan tersebut.

Belum Ada Anggaran Khusus Pelestarian WBTB 2026

Penetapan status nasional ini belum serta-merta diikuti alokasi dana pelestarian dari pemerintah. Abdul Hayyi mengakui belum ada anggaran khusus untuk merawat WBTB pada tahun anggaran 2026.

"Dengan ditetapkannya menjadi warisan budaya Indonesia harapan kita pemerintah baik daerah maupun pusat akan memperhatikan pelestarian dan pengembangan serta pemanfaatan kedepan, karena belum ada anggaran khusus untuk pelestarian WBTB tahun 2026 ini. Mudahan tahun depan kita diberikan," kata Abdul Hayyi, Kamis (10/9/2026).

Festival Belanjakan Disiapkan Jadi Agenda Tahunan

Langkah konkret yang disiapkan pemerintah daerah adalah menjadikan seni bela diri Belanjakan sebagai even tahunan. Festival Belanjakan diharapkan bisa dianggarkan setiap tahun dan berkembang menjadi ajang nasional.

"Bahkan jika bisa menjadi even nasional, nah keterkaitannya dengan muatan lokal disekolah maka tentu ini juga menjadi harapan kita, tapi tentunya dipersiapkan dulu kurikulum dan sistem pembelajarannya. Tehnik beladiri belanjakan masih perlu disusun oleh maestro-maestro sehingga gampang dan mudah di pelajari oleh siswa, ini masih dalam proses," tambahnya.

Toping Amaq Abir dan Tenun Sapit Menyusul

Pemkab Lombok Timur tidak berhenti pada dua penetapan tersebut. Masih ada usulan lain yang sedang diproses untuk tahun ini dan berikutnya.

Toping Amaq Abir dari Kecamatan Sakra Barat tengah menjalani kajian tim yang dimulai Kamis (10/9/2026). Sementara Tenun Sapit yang penetapannya sempat tertunda, masih dilengkapi dokumennya agar segera direkomendasikan ke pemerintah pusat.

Keterbatasan Alat Dokumentasi Jadi Kendala

Abdul Hayyi mengungkapkan kendala mendasar dalam pengusulan WBTB, yakni minimnya sarana pendokumentasian. Digitalisasi budaya menjadi sulit dilakukan tanpa peralatan yang memadai.

"Jujur kami masih banyak kekurangan di sarana pendokumentasiannya, kami tidak punya camera photo dan video, recorder, computer kualitas grafik tinggi dan alat lainnya dalam rangka dokumentasi dan digitalisasi Warisan Budaya tak benda," pungkasnya.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kicknews.today

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks