NUSA TENGGARA BARAT — Perselisihan antara artis Billy Syahputra dan petugas Pantai Dreamland, Kuta Selatan, Badung, Bali, mencuat setelah ia mengaku ditagih Rp10.000 untuk penggunaan kamar mandi dan didorong oknum petugas. Insiden yang terjadi saat ia berlibur itu berbuntut panjang setelah Anggota DPD RI, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, menyinggung keluhan sejumlah selebriti yang berwisata ke Bali. Dua pernyataan saling menanggapi lewat Instagram, menyeret isu tenggang rasa antara wisatawan dan pekerja pariwisata lokal.
Billy Syahputra memastikan perselisihannya di kawasan Pantai Dreamland hanya melibatkan oknum perorangan, bukan masyarakat Bali secara keseluruhan. Ia menyampaikan hal itu lewat unggahan di Instagram @bilsky16, Minggu (4/10), setelah persoalan tersebut menjadi perhatian di media sosial.
Dalam unggahannya, Billy menjelaskan tujuan kedatangannya ke Bali murni untuk berlibur. Ia keberatan jika persoalan dengan petugas di lokasi wisata kemudian membentuk penilaian lain terhadap dirinya.
Peristiwa bermula ketika Billy menggunakan fasilitas kamar mandi di kawasan Pantai Dreamland, Kuta Selatan, Badung. Ia mengaku ditagih biaya Rp10.000 untuk penggunaan fasilitas tersebut.
Dalam kejadian itu, Billy juga mengaku didorong oleh oknum petugas pantai. Keluhan tersebut ia unggah ke media sosial dan langsung mendapat respons dari sejumlah pihak, termasuk pejabat daerah.
Billy meminta pejabat terkait tidak menggiring opini soal kedatangannya ke Bali. Menurutnya, perselisihan itu terjadi dengan perorangan dan sama sekali tidak berkaitan dengan sikapnya terhadap Bali.
"Yang harus diingat adalah gue cinta Bali, istri gue cinta Bali, dan keluarga istri gue cinta Bali. Gue suka sama orang-orang Bali dan adat istiadatnya. Jadi untuk bapak pejabat terkait, jangan menggiring opini soal permasalahan gue sama perorangan, enggak sama sekali," tegas Billy Syahputra.
Ia juga menyinggung soal sikap pejabat yang membela pekerja daerah. Pembelaan boleh dilakukan, kata Billy, tetapi permasalahan perlu dilihat berdasarkan duduk perkaranya.
"Boleh ngebela bapak pejabat daerah terkait, tapi bapak harus tahu juga nih yang bener yang salah. Jangan kayak kita nih dari planet mana dateng cuma mau marah-marah dan nge-up video, nggak kita sesama orang lokal bapak. Setidaknya harus ada tenggang rasa. Saya tahu orang-orang asli Bali ini baik-baik sekali," lanjutnya.
Billy berharap unggahannya menjadi pengingat pentingnya tenggang rasa antarwarga negara Indonesia. Ia menyayangkan jika kedatangannya ke Bali dinilai negatif oleh pejabat daerah.
Pernyataan Billy muncul setelah I Gusti Ngurah Arya Wedakarna mengunggah video melalui akun Instagram @aryawedakarna. Anggota DPD/MPR RI itu membahas keluhan sejumlah selebriti ketika berlibur di Bali.
Unggahan Arya Wedakarna turut menyinggung insiden fasilitas helikopter yang berkaitan dengan Ria Ricis. Ia juga membahas perselisihan Billy dengan petugas di Pantai Dreamland.
"Please datang ke Bali jangan marah-marah ya (siapapun wisatawan yang datang adalah tamu yang wajib dihargai)," tulis narasi dalam unggahannya.
Dalam unggahan tersebut, Arya meminta wisatawan memaklumi kondisi pekerja pariwisata lokal. Ia juga mengimbau wisatawan agar tidak mudah memviralkan persoalan melalui media sosial.
Billy meminta pejabat yang memberikan komentar mencari informasi mengenai kejadian tersebut terlebih dahulu. Menurutnya, komentar sebaiknya didasari kebenaran, bukan asumsi.
"Jadi bapak intinya jangan sok bijak lah, kalau komentar itu cari kebenaran dulu. Kita ini cinta Bali, mudah-mudahan bapak tidak terkena kasus korupsi, mudah-mudahan amanah," kata Billy.
Pantai Dreamland sendiri berada di kawasan Kuta Selatan, Badung, salah satu area wisata pantai yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Fasilitas umum seperti kamar mandi di kawasan pantai umumnya dikelola warga atau kelompok lokal dengan tarif yang bervariasi.
Bagi wisatawan yang berencana berkunjung, tarif dan aturan penggunaan fasilitas di kawasan pantai dapat berbeda-beda tergantung pengelola. Informasi terkini soal tarif resmi dan pengelolaan fasilitas di Pantai Dreamland dapat dikonfirmasi ke dinas pariwisata setempat atau pengelola kawasan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa komunikasi antara wisatawan dan pekerja pariwisata lokal tetap perlu dijaga, terutama di destinasi yang mengandalkan kunjungan wisata sebagai sumber penghidupan warga.