Karhutla Kalimantan Selatan Ancam Habitat Bekantan, Upaya Perlindungan Dimulai

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:33:32 WIB
Kabut asap karhutla menyelimuti kawasan hutan rawa gambut di Kalimantan Selatan.

NUSA TENGGARA BARAT — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan mengancam habitat bekantan, satwa endemik yang hidup di kawasan rawa dan hutan riparian. Ancaman ini mendorong upaya perlindungan agar populasi bekantan tetap bertahan di tengah memburuknya kualitas udara dan kerusakan ekosistem.

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan Selatan menimbulkan kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan hutan rawa gambut. Kabut asap itu tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup bekantan, primata endemik Kalimantan yang bergantung pada ekosistem hutan riparian dan rawa gambut.

Mengapa Bekantan Paling Rentan Terdampak

Bekantan (Nasalis larvatus) adalah satwa endemik yang hanya ditemukan di Pulau Kalimantan. Habitat utamanya meliputi hutan bakau, hutan rawa gambut, dan hutan riparian di sepanjang sungai.

Ketika karhutla melanda, asap dan api tidak hanya merusak vegetasi yang menjadi sumber pakan bekantan, tetapi juga mengganggu sistem pernapasan satwa tersebut. Kabut asap yang pekat memaksa bekantan turun dari pohon dan mendekati permukiman warga, meningkatkan risiko konflik dengan manusia.

Dampak Karhutla pada Ekosistem Rawa Gambut

Kebakaran di lahan gambut menimbulkan kerusakan yang jauh lebih sulit dipulihkan dibandingkan kebakaran di lahan mineral. Api yang membakar lapisan gambut di bawah permukaan tanah dapat bertahan berhari-hari dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.

Kerusakan ini memangkas ketersediaan pakan alami bekantan, seperti daun muda, buah, dan biji-bijian. Dalam jangka panjang, hilangnya tutupan hutan rawa memaksa populasi bekantan berpindah ke area yang lebih sempit dan rentan terhadap perburuan.

Upaya Perlindungan yang Dilakukan

Berbagai pihak mendorong langkah perlindungan untuk menjaga ruang hidup bekantan di tengah situasi karhutla. Upaya tersebut mencakup pemantauan populasi, penjagaan kawasan rawa gambut yang tersisa, serta penyadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Perlindungan bekantan tidak bisa dilepaskan dari penanganan karhutla secara menyeluruh. Selama titik api masih muncul dan kabut asap menyelimuti Kalimantan Selatan, habitat satwa endemik ini akan terus berada dalam tekanan.

Konteks Karhutla Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan termasuk wilayah yang berulang kali dilanda kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau. Kabut asap yang dihasilkan tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menurunkan kualitas udara di kawasan sekitar dan mengganggu aktivitas warga.

Bagi bekantan, ancaman karhutla datang bersamaan dengan tekanan lain seperti alih fungsi lahan, pembukaan perkebunan, dan perburuan. Kombinasi faktor ini membuat populasi bekantan di alam liar semakin terdesak.

Upaya menjaga ruang hidup bekantan di tengah asap karhutla menjadi pekerjaan yang belum selesai. Perlindungan satwa endemik Kalimantan ini bergantung pada seberapa serius penanganan karhutla dan pemulihan ekosistem rawa gambut dilakukan.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top