LOMBOK TIMUR — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Timur Ahmad Amrullah menyatakan alokasi Rp5,6 miliar untuk perbaikan Jalan Rumbuk–Padamara merupakan tindak lanjut atas keluhan warga soal kondisi infrastruktur tersebut. Aspirasi itu, katanya, sudah lama disampaikan masyarakat dan akhirnya masuk kebijakan penganggaran daerah.
Menurut politisi PDI Perjuangan yang juga Sekretaris DPC Kabupaten Lombok Timur itu, proses persiapan dokumen lelang saat ini masih berlangsung. Tahapan tersebut menjadi syarat sebelum pekerjaan fisik dimulai.
"Saat ini sedang proses persiapan dokumen lelang dan insyaallah akan dikerjakan pada bulan November sampai dengan akhir Desember," kata Ahmad, Selasa (13/10/2026), kepada media.
Ahmad menjelaskan, perbaikan Jalan Rumbuk–Padamara tidak muncul tiba-tiba. Aspirasi warga soal kerusakan jalur itu telah disampaikan sejak lama, sehingga pihaknya memperjuangkan kebutuhan tersebut agar mendapat perhatian dalam kebijakan anggaran daerah.
"Ini berangkat dari situasi di lapangan dan keluhan masyarakat yang sudah cukup lama. Aspirasi itu harus kita perjuangkan agar bisa ditindaklanjuti melalui kebijakan anggaran. Alhamdulillah, melalui APBD Perubahan tahun ini, perbaikan Jalan Rumbuk–Padamara mendapatkan alokasi anggaran Rp5,6 miliar," ujarnya.
Ia menegaskan, memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Langkah itu, menurut dia, juga sejalan dengan amanat partai agar keberadaan legislator benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
"Bagi kami, memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Ini juga merupakan perintah dan amanat partai, agar keberadaan kami di lembaga legislatif benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.
Jalan Rumbuk–Padamara dinilai punya peran penting bagi aktivitas sehari-hari warga. Jalur itu bukan sekadar penghubung antarkawasan, melainkan infrastruktur vital yang menopang mobilitas dan menggerakkan roda perekonomian setempat.
Kondisi jalan yang baik akan memudahkan warga beraktivitas, memperlancar distribusi hasil pertanian dan barang dagangan, serta mendukung akses menuju pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan publik. Sebaliknya, kerusakan jalan berpotensi menaikkan biaya transportasi, memperlambat perjalanan, dan menambah beban masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut.
"Jalan ini memiliki fungsi penting bagi masyarakat. Ketika akses jalan baik, aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar, distribusi hasil usaha masyarakat lebih mudah, dan mobilitas warga juga semakin nyaman. Jadi, perbaikan ini bukan semata-mata membangun fisik jalan, tetapi juga mendukung pergerakan ekonomi masyarakat," jelasnya.
Selain mendorong kelancaran aktivitas ekonomi, perbaikan jalan diharapkan mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara bermotor. Kondisi jalan yang baik memberi kenyamanan dan keamanan bagi warga yang melintasi jalur tersebut setiap hari.
Ahmad berharap proses persiapan dokumen lelang berjalan sesuai ketentuan sehingga pekerjaan fisik bisa dimulai sesuai jadwal. Dengan begitu, warga tidak perlu menunggu lebih lama untuk mendapatkan perbaikan infrastruktur yang selama ini diharapkan.
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan standar kualitas yang ditetapkan. Pembangunan jalan, menurut dia, harus memberi manfaat jangka panjang, bukan hanya menyelesaikan persoalan kerusakan dalam waktu singkat.
"Kita berharap prosesnya berjalan lancar, pekerjaan bisa dimulai November dan dituntaskan sesuai target pada akhir Desember. Yang tidak kalah penting, kualitas pekerjaan harus dijaga agar jalan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," pungkasnya.