Peran Sel Imun saat Hamil: Bukan Cuma Melawan Virus

Penulis: Uki Damayanti  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:34:01 WIB
Ilustrasi sel imun pada ibu hamil.

NUSA TENGGARA BARAT — Sel imun ibu hamil selama ini dikenal sebagai tameng tubuh dari virus dan bakteri. Padahal, penelitian dari MedUni Vienna menunjukkan sel neutrofil justru diprogram ulang oleh plasenta untuk membantu pertumbuhan janin. Berikut penjelasan lengkapnya untuk ibu hamil.

Kehamilan membawa perubahan besar pada sistem kekebalan tubuh perempuan. Tim peneliti dari MedUni Vienna menemukan bahwa lingkungan plasenta bisa memprogram ulang neutrofil, sel imun yang biasanya menyerang patogen, agar mendukung perkembangan janin.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Science Immunology ini membuka cara pandang baru soal kerja sistem imun selama hamil. Neutrofil tidak selalu memicu peradangan berbahaya seperti anggapan selama ini.

Apa Itu Neutrofil dan Mengapa Penting saat Hamil

Neutrofil adalah lini pertahanan pertama tubuh yang paling dikenal karena kemampuannya melawan kuman. Pada awal kehamilan, sebagian sel ini ternyata mengambil peran berbeda dari tugas aslinya.

Sel-sel plasenta khusus bermigrasi ke lapisan rahim. Di sana, mereka menambatkan plasenta pada jaringan ibu dan membantu membentuk kembali pembuluh darah agar pasokan darah ke embrio cukup.

Bagaimana Plasenta Memprogram Ulang Sel Imun

Peneliti menemukan jumlah neutrofil yang sangat banyak di area plasenta. Sel-sel ini berbeda dari neutrofil yang beredar di darah, dan dalam percobaan laboratorium terbukti meningkatkan pergerakan sel plasenta.

Sinyal dari lingkungan plasenta mengubah perilaku awal neutrofil dari darah yang semula berpotensi merusak. Setelah diprogram ulang, neutrofil tidak lagi menyebabkan kerusakan dan justru mendukung migrasi sel plasenta ke jaringan ibu.

Neutrofil jaringan melepaskan MMP-9 yang membantu memprogram ulang neutrofil dari darah. Pertukaran dua arah ini menunjukkan betapa lenturnya neutrofil: bisa melawan patogen, bisa juga mendukung proses perkembangan normal.

Jam Imun Kehamilan yang Bisa Diprediksi

Penelitian serupa dari Stanford University School of Medicine pada 2017 menemukan adanya jam imun dalam kehamilan. Perubahan sistem kekebalan tubuh mengikuti pola yang tepat dan bisa diprediksi pada kehamilan normal.

“Kehamilan adalah kondisi imunologis yang unik. Kami menemukan bahwa waktu perubahan sistem kekebalan tubuh mengikuti pola yang tepat dan dapat diprediksi pada kehamilan normal,” kata Brice Gaudilliere, MD, PhD, penulis senior studi tersebut.

Studi itu melibatkan 18 ibu hamil cukup bulan yang masing-masing memberi empat sampel darah dari tiga trimester hingga enam minggu setelah melahirkan. Temuan ini disebut bisa membantu dokter memprediksi kelahiran prematur.

Kapan Ibu Perlu Berkonsultasi ke Dokter

Temuan soal neutrofil ini masih menjanjikan, tetapi penelitian lanjutan tetap dibutuhkan untuk mengetahui pengaruhnya pada komplikasi kehamilan. Artinya, hasil studi belum bisa dijadikan dasar pengobatan praktis.

Ibu tetap perlu rutin memeriksakan kehamilan. Segera konsultasi ke dokter bila muncul demam tinggi, nyeri hebat, perdarahan, atau keluhan yang terasa mengganggu aktivitas harian.

Sistem imun ibu hamil bekerja lebih rumit dari sekadar melawan kuman. Neutrofil yang diprogram ulang oleh plasenta menunjukkan tubuh punya cara alami mendukung pertumbuhan janin. Menjaga pola makan, istirahat cukup, dan kontrol rutin tetap jadi kunci kehamilan sehat.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top