NUSA TENGGARA BARAT — Apple tengah mengkaji perubahan tampilan Safari di iPhone Duo supaya halaman web bisa memakai area layar luar yang lebih luas, meski pendekatannya belum final. Persoalan utamanya, konten berisiko tertutup kontrol samping Safari. Untuk sementara, Safari 27.1 masih membatasi konten di area samping kontrol tersebut.
Dalam unggahan WebKit pada Jumat, 23 Oktober, Jen Simmons dari Apple menjelaskan bahwa pengaturan web yang sudah ada sebenarnya bisa membuka jalan bagi perubahan tersebut. Namun riset internal Apple menunjukkan banyak situs tidak akan menanganinya dengan benar. Simmons menyebut pengaturan bernama viewport-fit="cover" memungkinkan halaman web melebar ke area yang biasanya dicadangkan.
Konsekuensinya, pengembang situs wajib menyisakan ruang di sekitar konten penting agar tidak tertutup antarmuka Safari. Menurut Simmons, banyak situs gagal menyediakan ruang cadangan di setiap sisi layar. Karena itu, Apple belum memutuskan apakah akan memakai pendekatan tersebut atau mencari solusi lain.
Apple menempatkan kontrol Safari di sisi perangkat karena layar luar iPhone Duo lebih pendek dan lebar dibanding layar iPhone lain. Tujuannya menjaga tinggi layar untuk aplikasi dan halaman web. Konsekuensinya, Safari 27.1 membatasi halaman web hanya di area samping kontrol, lalu mengisi sisa ruang dengan warna latar halaman.
Pembatasan itu membuat lebar konten di layar luar jadi terbatas. Apple sedang menimbang solusi yang memberi pengembang kendali lebih besar tanpa risiko menutupi konten. Salah satu contohnya, latar header bisa membentang penuh di layar sementara tautan navigasinya tetap berada di area yang tidak terhalang.
Selain soal tata letak, Safari 27.1 menambah kemampuan menampilkan PDF dua halaman otomatis saat iPhone Duo dipegang dalam posisi terlipat sebagian seperti buku. Saat perangkat dibuka rata atau dilipat kembali, dokumen kembali ke tampilan satu halaman.
Pengembang juga bisa menguji dukungan eksperimental untuk mendeteksi postur lipatan layar dan memosisikan konten di sekitar lipatan tengah perangkat. Fitur-fitur itu tersedia di balik feature flag Safari, sementara usulan perubahan area konten di bawah kontrol samping masih dalam peninjauan.
Bagi pengguna, perubahan ini berpotensi membuat halaman web di layar luar iPhone Duo terasa lebih lega dan tidak terkotak-kotak. Namun manfaatnya bergantung pada kesiapan pengembang situs menyesuaikan tata letak untuk layar lipat. Situs yang tidak memperbarui kode berisiko menampilkan konten terpotong atau tertutup elemen antarmuka.
Bagi pengembang, sinyal dari Apple ini penting karena Safari menjadi mesin render utama di ekosistem iPhone. Dukungan deteksi postur lipatan membuka peluang tampilan web yang menyesuaikan bentuk perangkat, misalnya konten dua kolom saat perangkat dipegang seperti buku. Apple belum memberi tenggat kapan perubahan tata letak Safari di iPhone Duo bakal tersedia untuk umum.