MANGGARAI — Margareta Fera, warga masyarakat adat Dusun Tantong, mengaku mendapat penghasilan tambahan dengan berjualan di area proyek. Ia mengetahui rencana pembangunan tersebut lewat kegiatan sosialisasi yang digelar sebelumnya.
Aktivitas pekerja di sekitar lokasi kemudian membuka peluang usaha bagi Margareta. Warung kecilnya kini melayani kebutuhan harian para pekerja proyek jalan akses PLTP Ulumbu Unit 5.
"Saya senang bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari membuka warung di area proyek. Informasi mengenai pembangunan ini sebelumnya saya dapatkan saat kegiatan sosialisasi," ujar Margareta.
Margareta berharap pembangunan terus memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Selain kesempatan berjualan, ia ingin para pemuda di kampungnya mendapat tempat dalam proyek tersebut.
"Harapannya, ke depan para pemuda lokal juga bisa mendapatkan kesempatan bekerja dalam proyek ini," tuturnya.
Harapan itu sejalan dengan data yang disampaikan PLN. General Manager PLN UIP Nusa Tenggara RDW Manurung menyebut 74 persen tenaga kerja proyek pengembangan PLTP Ulumbu berasal dari masyarakat lokal.
Kepala Desa Wewo Laurensius Langgut menegaskan tidak ada persoalan pencemaran air akibat kegiatan pengembangan PLTP. Berdasarkan kondisi yang diketahuinya, kegiatan proyek tidak mengganggu sumber air warga.
Laurensius justru menyebut PLN membantu memperbaiki sarana air bersih. Dusun yang sebelumnya belum menikmati akses air bersih kini mendapatkannya, lengkap dengan fasilitas MCK melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN.
"Selama ini tidak ada masalah pencemaran air akibat pengembangan PLTP. Justru dengan adanya pembangunan ini, PLN membantu memperbaiki sarana air bersih warga. Dusun yang sebelumnya belum menikmati akses air bersih sekarang sudah mendapatkan akses air," kata Laurensius.
Manurung menyebut tumbuhnya usaha warga di sekitar proyek sebagai bagian dari manfaat pembangunan yang diharapkan terus berkembang. Ia mencontohkan warung Margareta sebagai gambaran bagaimana aktivitas proyek menghadirkan peluang penghasilan.
"Warung yang dibuka Ibu Margareta menjadi contoh bagaimana aktivitas pembangunan dapat menghadirkan peluang penghasilan bagi warga. Saat ini, sebanyak 74 persen tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan pengembangan PLTP Ulumbu berasal dari masyarakat lokal. Kami terus mendorong pelibatan tersebut sesuai kebutuhan pekerjaan, kompetensi, dan ketentuan keselamatan kerja," ujar RDW Manurung.
PLN juga membuka ruang komunikasi dengan warga agar program pemberdayaan dapat merespons kebutuhan masyarakat. Manurung menegaskan manfaat pembangunan harus dirasakan sejak prosesnya berlangsung, bukan hanya setelah proyek selesai.
"Kami ingin manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat sejak prosesnya berlangsung, baik melalui kesempatan kerja, peluang usaha, maupun dukungan kebutuhan dasar seperti sarana air bersih. Pelaksanaannya harus disertai pengelolaan lingkungan dan komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat," tambahnya.
Pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5 direncanakan menambah kapasitas pembangkit sebesar 20 megawatt (MW). Pemanfaatan panas bumi setempat diharapkan memperkuat pasokan listrik dan kemandirian energi Flores, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga di sekitar lokasi proyek.