NUSA TENGGARA BARAT — The Bagong Adventure Museum Tubuh di Kota Batu, Jawa Timur, kembali membuka Zona Otak dan Zona Mata setelah renovasi sejak 5 Februari 2026. Kedua zona dibuka kembali pada 20 Maret 2026 dengan media pembelajaran yang lebih interaktif, termasuk peraga sensory homunculus dan ilusi optik. Pembaruan ini menawarkan cara mengenal anatomi tubuh secara visual bagi pengunjung segala usia.
The Bagong Adventure Museum Tubuh di Kota Batu menyediakan zona edukasi yang mengajak pengunjung mengenal bagian tubuh manusia secara visual, bukan sekadar lewat buku pelajaran sekolah. Dua zona yang baru dibuka kembali, Zona Otak dan Zona Mata, menjadi daya tarik utama setelah menjalani renovasi.
Zona Otak dilengkapi peraga sensory homunculus yang menunjukkan bagaimana otak memproses rangsangan sentuhan dari berbagai bagian tubuh. Bibir, lidah, dan tangan digambarkan dengan ukuran lebih besar untuk menandai tingginya kepadatan saraf sensorik di area tersebut.
Selain peraga fisik, zona ini memiliki layar interaktif yang menampilkan video fisiologi tubuh manusia. Pengunjung dapat mempelajari cara kerja tubuh melalui gambar bergerak sehingga materi anatomi lebih mudah dipahami.
Di Zona Mata, pengunjung bisa mencoba peraga ilusi optik untuk melihat bagaimana mata dan otak mengolah rangsangan visual. Area ini juga dilengkapi peraga tiga dimensi kelenjar meibom pada kelopak mata.
Kelenjar meibom menghasilkan lapisan minyak pada air mata yang membantu menjaga kelembapan dan melumasi permukaan mata. Peraga ini memberi gambaran konkret tentang organ yang jarang dibahas di ruang kelas.
Zona Otak dan Zona Mata dibuka kembali pada 20 Maret 2026 setelah renovasi berjalan sejak 5 Februari 2026. Pembaruan menghadirkan media pembelajaran yang lebih interaktif dibanding sebelumnya.
Informasi terkini soal jam operasional, harga tiket masuk, dan kuota pengunjung dapat dikonfirmasi langsung ke pihak The Bagong Adventure Museum Tubuh atau dinas pariwisata Kota Batu.
Datanglah pada hari kerja jika ingin menikmati peraga interaktif tanpa antrean panjang. Siapkan waktu cukup untuk mencoba setiap alat peraga, terutama di Zona Otak yang memiliki beberapa media pembelajaran sekaligus.
Museum ini cocok untuk liburan keluarga dengan anak usia sekolah yang sedang mempelajari anatomi tubuh. Peraga visual membantu anak memahami materi yang biasanya hanya ditemui di buku pelajaran.
Alokasikan waktu kunjungan sekitar dua hingga tiga jam untuk menelusuri kedua zona yang baru direnovasi. Pastikan mengecek jadwal buka terbaru sebelum berangkat agar tidak kecewa.