LOMBOK TIMUR — Sebagian besar dari 600 lebih anggota IGI Lombok Timur berasal dari jenjang SD dan SMP, sementara guru SMA belakangan mulai banyak bergabung. Komposisi itu membuat organisasi ini menampung aspirasi guru dari tingkat pendidikan yang berbeda.
Karmilawati menuturkan, IGI bukan sekadar wadah berhimpun. Organisasi membuka ruang diskusi bagi guru yang ingin menyampaikan persoalan sekaligus mencari solusi atas kendala yang mereka hadapi.
Data keanggotaan yang dipaparkan Karmilawati menunjukkan dominasi guru sekolah dasar dan menengah pertama. Masuknya guru SMA secara bertahap memperluas basis anggota IGI Lombok Timur.
Menurut Karmilawati, setiap organisasi guru memiliki peran yang dapat saling melengkapi. Karena itu IGI ingin berjalan bersama organisasi profesi lain, bukan sendiri.
"Kami ingin bersama-sama dengan organisasi guru lainnya untuk menjalankan tujuan besar negara kita, yaitu memajukan bangsa Indonesia," kata Karmila, Sabtu, 31 Oktober 2026.
IGI Lombok Timur terus berkoordinasi dengan pengurus wilayah Nusantara Barat dan pengurus pusat. Koordinasi itu bertujuan memberi ruang lebih luas bagi guru dalam menyampaikan aspirasi.
Karmila menegaskan, pihaknya selalu hadir ketika guru ingin berdiskusi dan mencari solusi. Harapannya, IGI berdampak bagi semua guru, khususnya di Lombok Timur, NTB, dan Indonesia.
"Kami selalu hadir bersama guru-guru yang ingin berdiskusi, kemudian mencari solusi. Kami ingin IGI berdampak bagi semua guru, khususnya di Lombok Timur, NTB, dan Indonesia," ujarnya.
Penguatan peran organisasi menjadi salah satu harapan dalam pelaksanaan Musdalub IGI Lombok Timur. Forum itu digelar untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi setelah Nurhidayati mengundurkan diri dari jabatan ketua.
Karmila berharap kepemimpinan baru mampu membawa IGI memberi dampak nyata bagi dunia pendidikan.
"Kami mengharapkan adanya roda kepemimpinan yang baru, yang nanti akan membawa Ikatan Guru Indonesia ini menjadi organisasi guru yang berdampak bagi pendidikan, khususnya di Kabupaten Lombok Timur," ujar Karmila.
IGI Lombok Timur tidak ingin berjalan sendiri dalam menjalankan program. Organisasi berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi profesi guru lainnya.
Bagi Karmilawati, kolaborasi lintas organisasi menjadi jalan untuk mencapai tujuan pendidikan. Setiap organisasi, katanya, punya peran yang bisa saling mengisi.