NUSA TENGGARA BARAT — Kementerian Sosial menetapkan desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penentu penerima bansos seperti PKH dan BPNT. Warga yang peringkat desilnya tercatat terlalu tinggi berpeluang kehilangan akses bantuan meski kondisi ekonomi riil sedang sulit. Perbaikan data bisa diajukan secara online maupun offline melalui prosedur resmi Kemensos.
Kementerian Sosial memakai pengelompokan desil sebagai indikator utama untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial. Sistem ini berlaku pada Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan sejumlah program reguler lainnya. Persoalannya, data peringkat desil kerap tidak akurat dan belum mencerminkan kondisi ekonomi warga di lapangan.
Karena itu, masyarakat diberi ruang untuk mengajukan perbaikan atau pembaruan data. Tujuannya agar tingkat kesejahteraan keluarga tercatat lebih presisi. Kemensos melalui akun Instagram resminya, @kemensosri, memublikasikan panduan lengkap prosedur penurunan atau perubahan desil bansos, baik secara online maupun offline.
Desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang dibagi ke dalam 10 tingkatan. Setiap kelompok mewakili 10% populasi masyarakat. Posisi desil seseorang dalam DTKS maupun DTSEN menjadi pintu masuk utama untuk mendapat bansos.
Desil 1 sampai 4 merupakan kelompok prioritas utama penerima bansos reguler seperti PKH dan BPNT (Program Sembako). Sementara Desil 5 adalah kelompok mendekati sejahtera yang masih berpeluang memperoleh bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JK) atau program khusus.
Jika status desil tercatat pada tingkat terlalu tinggi, misalnya Desil 7 sampai 10, peluang memperoleh bantuan sosial dari pemerintah tertutup. Kondisi itu berlaku meski ekonomi riil keluarga sedang kesulitan. Di titik inilah pembaruan data menjadi penting.
Prosedur penurunan desil ditujukan bagi warga yang merasa peringkat kesejahteraannya tidak sesuai kondisi sebenarnya. Kelompok yang paling perlu memeriksa status adalah keluarga yang selama ini belum pernah menerima bansos padahal masuk kategori miskin atau rentan.
Warga yang sudah terdaftar di DTKS tetapi desilnya tercatat tinggi juga disarankan mengajukan pembaruan. Perbaikan data tidak otomatis mengubah peringkat. Hasilnya tetap bergantung pada verifikasi dan validasi petugas di lapangan.
Kemensos menyediakan dua jalur pengajuan, yakni online dan offline. Untuk jalur online, warga dapat memanfaatkan kanal resmi yang disediakan Kementerian Sosial. Adapun jalur offline diajukan melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat untuk diteruskan ke dinas sosial kabupaten/kota.
Dokumen pendukung perlu disiapkan untuk memperkuat pengajuan. Informasi rinci mengenai syarat dokumen dan formulir dapat diakses melalui kanal resmi Kemensos serta pemerintah daerah setempat. Warga diimbau tidak menyerahkan berkas kepada pihak yang mengaku bisa mempercepat proses dengan imbalan uang.
Status penerima bansos dapat diperiksa secara mandiri melalui laman cekbansos.kemensos.go.id. Warga cukup memasukkan data wilayah dan nama sesuai KTP, lalu sistem akan menampilkan status kepesertaan. Pengecekan juga bisa dilakukan lewat aplikasi Cek Bansos yang tersedia di ponsel.
Hasil pengecekan menampilkan keterangan apakah seseorang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) beserta program yang diikuti. Jika data tidak muncul atau tidak sesuai, warga dapat melaporkannya ke petugas dinas sosial setempat untuk ditindaklanjuti.
Kemensos tidak memungut biaya dalam proses perbaikan data desil. Setiap pengajuan yang sah diproses melalui pemerintah desa, kelurahan, atau dinas sosial, bukan melalui perantara perorangan. Modus penipuan berkedok jasa penurunan desil perlu diwaspadai, terutama yang meminta transfer uang di muka.
Warga yang menemui kendala dapat menyampaikan pengaduan ke kanal resmi Kemensos, termasuk melalui akun media sosial @kemensosri dan layanan pengaduan yang tersedia. Pastikan seluruh informasi mengenai jadwal dan syarat bersumber dari pengumuman resmi pemerintah, bukan dari pesan berantai yang tidak jelas asalnya.