Pencarian

Menkeu Sinyalkan Anggaran MBG 2027 di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 04 September 2026 • 08:49:31 WIB
Menkeu Sinyalkan Anggaran MBG 2027 di Bawah Rp200 Triliun
Menteri Keuangan menyampaikan potensi efisiensi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) 2027 menjadi di bawah Rp200 triliun dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9).

NUSA TENGGARA BARAT — Purbaya mengungkapkan hal ini dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9). Awalnya, pagu MBG 2027 disiapkan sebesar Rp240 triliun. Namun, ia menilai kepala BGN yang baru membuka peluang penghematan lebih dalam.

"Saya bicara dengan kepala BGN yang baru sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun," ujar Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (3/9) malam.

Ia menambahkan, Kementerian Keuangan juga mengerahkan perwakilan di daerah untuk mengawasi langsung penggunaan anggaran oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pengawasan ini diharapkan menekan kebocoran yang selama ini membebani belanja negara.

BGN: Siap Berhemat, Tapi Masih Dihitung Ulang

Menanggapi sinyal tersebut, Sudaryono—yang akrab disapa Mas Dar—menyatakan kesiapannya berhemat. Namun, ia belum memberikan angka pasti terkait potensi pemangkasan hingga di bawah Rp200 triliun.

"Ya, kami untuk di bawah Rp 200 triliun tahun depan, ya, Kalau memang dengan target yang kemudian disampaikan, itu kami berusaha untuk se-efisien mungkin," kata Sudaryono di Gedung DPR Jakarta, Kamis (3/9) malam.

Ia memastikan akan kembali berdialog dengan Menteri Keuangan dan tim internal BGN sebelum keputusan final diambil. "Nanti kami coba bisa bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan dan juga kami bahas secara internal, kami hitung lagi," sambungnya.

Dapur Fiktif Jadi Sorotan Utama Efisiensi

Di luar wacana pemotongan anggaran 2027, BGN juga masih menyisir sisa anggaran Rp229 triliun pada tahun berjalan. Sudaryono mengaku menemukan indikasi penyimpangan di lapangan, terutama soal dapur yang tercatat beroperasi tetapi nyatanya tidak berjalan.

"Jadi, dari (anggaran MBG) Rp229 triliun sisanya ini terus kami sisir, kami lacak. Ada enggak misalnya dapur-dapur yang selama ini ternyata tidak beroperasi, tapi dicatat beroperasi," jelasnya.

Jika ditemukan unsur pidana, ia tak segan melibatkan aparat penegak hukum. "Kalau di situ ada unsur pidana, kami kemudian terjunkan inspektorat, kemudian kami minta nanti kami melaporkan ke pihak kejaksaan untuk diperiksa," tegasnya.

97 Persen Anggaran untuk Makan, 3 Persen untuk Operasional

Dari pagu MBG 2027 sebesar Rp240 triliun, sekitar 97 persen dialokasikan untuk program makan. Sisanya, 3 persen, digunakan untuk operasional BGN—mencakup fungsi pengawasan, monitoring, dan gaji pegawai serta kepala SPPG.

Purbaya menilai porsi operasional bisa ditekan lebih rendah dengan pemanfaatan teknologi. BGN kini tengah menguji berbagai sistem digital untuk memantau distribusi makanan secara real-time, yang diyakini mampu mengurangi kebutuhan pengawasan manual.

Ia optimistis langkah ini akan memperbaiki kinerja program ke depan. "Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG," ujarnya.

Sementara itu, Sudaryono menegaskan komitmennya menjaga akuntabilitas setiap rupiah yang dibelanjakan. "Kami pastikan di bawah kepemimpinan kami itu tidak ada pengadaan yang mengada-ada. Kami pastikan itu," tandasnya.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks